Jumat, 18 Februari 2011

Between Me, Allah and maybe You....


Menjelang maghrib, Iqbal masih saja rebahan di tempat tidurnya. Wajahnya mesem-mesem. Nampak sekali ada sesuatu hal menyenangkan yang sedang dibayangkannya. Kadang berguling ke kanan, kadang ke kiri. Dan kadang sesekali menutupi wajahnya yang jerawatan itu dengan gulingnya. Sedang asyik berkhayal..tiba-tiba saja ibunya masuk ke kamarnya.

"Duh..ini anak...denger ga sih suara adzan??,kok masih aja rebahan di tempat tidur...".

"Iya bu..dengar ko..ne lagi mau sholat.". Dengan malas-malasan Iqbal bangkit dari tempat tidurnya.

"Udah mandi belum??.". Ibu Iqbal mengendus-endus tubuh Iqbal. Persis seperti Anjing polisi mengendus narkoba. "Humph...masih bau kaya gini..mandi dulu sana. gimana sih..udah sebesar ini, mandi aja masih di suruh...".

Dengan berjalan gontai, Iqbal menuju kamar mandi. Di dalam ruang VIP rumahnya itu, Iqbal bukannya mandi, dia malah melanjutkan acara berkhayalnya. Saking asyiknya, karena ga sadar. Tak terasa Adzan Isa sudah berkumandang. Ibu Iqbal yang selalu rajin memeriksa anaknya apakah sholat atau ga jika datang suara adzan..terkaget-kaget karena tak mendapati anaknya di kamar. Setelah melakukan patroli (Ibunya Iqbal mungkin mantan polwan..hehehe)..Akhirnya Iqbal ditemukan masih bersemayam di dalam kamar mandi, dengan menyanyikan lagunya Glen Freddly berjudul "terpesona". Tanpa dikomando ibu Iqbal langsung menggrebek pesta khayalannya Iqbal dengan menggedor keras pintu WC. Dor..Dor..Dor....Kaget bukan kepalang Iqbal yang tertangkap basah, langsung melempar keatas sabun yang dari tadi digosok-gosokannya. Dengan pelan-pelan Iqbal mengeluarkan kepalanya, langsung saja sebuah tangan menyambar telinganya.

"Adouuwh....sakit bu...".Jerit Iqbal. "Biarin..kamu ini, dikirain sembahyang, eeh malah lama-lamaan di dalam wc". Akhirnya dengan adegan Iqbal yang menjerit-jerit kesakitan dan Ibunya yang memaki-maki, serta Ayah Iqbal yang tertawa cekikikan. Malam yang aneh ini cukup sampai di sini.

****

Akhir-akhir ini tingkah laku Iqbal memang lain daripada biasanya. Selain suka melamun. Iqbal terlihat lebih rajin kesekolah. Padahal kesekolah merupakan pekerjaan paling tidak menyenangkan baginya. Ibunya bahkan terheran-heran karena anaknya pagi-pagi sudah berangkat.

"Wah..tumben, biasanya jam segini biasanya kamu masih diseret-seret ke kamar mandi?.

"Ah..ibu ini, bukannya senang anaknya rajin sekolah, malah diejek...". Ucap Iqbal sambil mengganjal mulutnya dengan roti bakar.

Usai menyantap sebuah roti bakar dan segelas susu. Iqbal langsung beranjak dari meja makan."Berangkat dulu ibu..bapa".

"Eh..salaman dulu, main berangkat aja...", Ibu Iqbal mencegah anaknya.

"Hehe lupa bu...".

Usai menyalami Ibu Bapanya Iqbal langsung menuju kendaraan bebeknya. Bak seorang koboi dia menaiki motornya itu.

Ibu dan bapa Iqbal masih meanjutkan kegiatan sarapannya.

"Aneh ya pa, Iqbal..akhir-akhir ini?. Ujar Ibu Iqbal

"Iya..". Sahut bapaknya dengan singkat dan melanjutkan menyantap buah apel.

"Lho..Bapanya ini, ko biasa-biasa aja . Mestinya kalo ada yang aneh mesti diperhatiin dong.". Gerutu Ibunya.

"Sudahlah, kaya ga pernah muda aja. Paling si Iqbal itu sedang kasmaran...".Jawabnya Bapanya dengan santai.

"Hah...apa iya??". Ibu Iqbal agak termenung mendengar ucapan suaminya itu.

***

Prakiraan cuaca..eh..perkiraan Ayah Iqbal memang tak meleset. Iqbal akhir-akhir ini memang sealu terbayang wajah seorang wanita. Nama wanita itu adalah Nania. Wanita cantik dan populer di sekolahnya. Selain cerdas, sikap Nania yang santun, kata-katanya yang ramah dan sopan, membuat Iqbal tidak bisa melupakannya.

Adapun alasan Iqbal selalu datang pagi adalah karena Nania memang juga selalu datang pagi kesekolah. Dengan harapan bisa mencuri kesempatan berbicara dengan Nania. Namun karena bingung apa yang ingin dibicarakan dan Iqbal yang juga pemalu. Membuat 100 hari masa PDKT ini terbuang percuma. Padahal selain Iqbal, masih banyak saingan Iqbal diluar sana. Dari pria paling culun sampai ketua OSIS mengincar Nania. Namun karena malu, Iqbal selalu menurungkan niatnya untuk berbiara dengan Nania.

Iqbal hanya menyimpan cintanya ini di dalam hati. Iqbal memang pernah menceritakan perasaannya ini pada teman curhatnya, Si Anwar. Bukannya dukungan, Iqbal malah mendapat cibiran dan kata-kata yang semakin membuat nyalinya ciut.

"Hah..kau suka sama si Nania??Cewek paling populer di sekolah kita itu??. Wah lebih..baik kamu cepat-cepat membuang jauh perasaanmu itu...". Ujar Anwar sambil tertawa.

"Kenapa..?, apa salah aku jatuh cinta?."Tanya Anwar.

"Ngga salah jika kau jatuh cinta,,tapi kira-kiralah...cari yang sepadan. Apa kelebihanmu buat mendapatkan si Nania??.

Iqbal berpikir sejenak."Aku anak orang kaya..".Iqbal menyebutkan kelebihannya.

Anwar kembali tertawa."Bah...di sini mah, anak orang kaya. udah umum. Bapanya Nania juga kaya, bahkan jika harta ortu kita digabungin, mana bisa ngalahin hartanya Ortu Nania..Cewek tuh, pengen laki-laki yang lebih hebat dari pada dirinya. Ya..si Nania kan cantik, cerdas, kaya dan alim lagi. Mana mungkin dia suka sama cowok kaya kamu. Yang rangking selalu paling akhir, sholat belang kambingan, trus urak-urakan lagi."

Kata-kata Anwar memang menancap jelas di hati Iqbal. Karena memandang dirinya terlalu rendah daripada Nania. Iqbal menjadi minder.Namun, perasaan cintanya amat dalam, meski merasa tak pantas. Iqbal masih beharap ada suatu keajaiban jika Nania mungkin jadi pacarnya. Di setiap malam, Iqbal selalu menunggu bintang jatuh, dan berdoa agar Nania menjadi jodohnya.

***

Sore itu Iqbal baru pulang dari rumah pamannya. Di tengah jalan Iqbal melihat Nania bersama-sama temannya menuju mesjid. "Wah..kayaknya Nania ada pengajian..neh".selidik Iqbal.

Nania memang menghadiri acara pengajian yang diadakan oleh Lembaga Keagamaan. Meski tak memakai baju muslim Iqbal nekat masuk mengikuti Nania. Beruntung disana dia tidak menjadi bahan perhatian, meski memakai baju santai. Bahkan dia disambut ramah oleh panitia.

Selama pengajian tersebut, Iqbal hanya memandangi wajah Nania yang amat cantik di sore itu dengan memakai jilbab putih. Namun ada satu kata yang entah kenapa, terngiang-ngiang dalam telinga Iqbal..Yakni ketika penceramah mngatakan bahwa jika ingin mendapatkan jodoh yang BAIK, maka perbaikilah dirimu sendiri. karena laki-laki sholeh untuk wanita sholeh dan wanita sholeh untuk lelaki sholeh. Langsung saja perhatian Iqbal teralihkan perhatian pada penceramah itu.

Dan Iqbal mendalami dalam-dalam apa yang disampaikan. Iqbal pun temenung, ketika penceramah mengatakan bahwa janganlah bermimpi mendapatkan jodoh yang sholeh, jikalau dirimu sendiri jauh dari Allah. Sesungguhnya jodoh itu sudah ditentukan sebelum ruh manusia ditiupkan ke rahim ibu. Iqbal pun menatap Nania dan berkata dalam hati."Oh..Tuhan, salahkah aku jatuh cinta padanya?". Iqbal langsung meninggalkan mesjid, padahal Nania belum pulang. Kata-kata penceramah itu terngiang dalam dirinya, bagaimana mungkin dirinya menganggap Nania pantas untuknya padahal dirinya sama sekali tak seperti Nania yang alim dan cerdas. Peringatan Anwar kembali terpikirkan olehnya.

Dalam perenungannya akan ketidakpantasan cintanya. Iqbal berbaring seperti biasa di kamarnya, tak lama adzan maghrib berkumandang. Tiba-tiba saja air mata Iqbal mengalir, entah kenapa..Iqbal sendiri tak tahu. Apakah karena Nania ataukah yang lain?.

Ibu Iqbal yang bersiap-siap melaksanakan tugas langsung mendatangi kamar Iqbal. Ketika sudah bersiap mengeluarkan kata-kata.."Lho..mana tuh anak??". Ternyata setelah di cek, Iqbal sudah mengambil air wudhu. Ibu Iqbal hanya melongo.

Usai sholat, Perasaan Iqbal terasa lebih tenang. Perasaan yang lebih lapang. Tak seperti biasa dimana dia melaksanakan sholat karena terpaksa. Semenjak itu, tanpa perintah ibunya, Iqbal selalu melaksanakan sholat.

Tak hanya itu, Iqbal juga mulai rajin mengikuti pengajian. Kepalanya terasa lapang jika mendengar tausyia-tausyiah para ustadz. Karena rajin belajar, iqbal pun mulai meningkatkan kegiatan ibadahnya. Dalam mendekatkan diri pada Allah Iqbal seperti mendapatka hawa sejuk. Tak ada lagi perasaan hampa yang mengharap cinta yang tak sampai.

****

Wajah bahkan nama Nania kini bisa dibilang tak ada lagi dalam benak Iqbal. Kini dia lebih sering aktif di kegiatan agama sekolahnya. Sering ikut pengajian. Shalat 5 waktu pun tidak pernah ia tinggalkan, dan selalu berjamaah di mesjid. Di sepertiga malam dia selalu bangun untuk melaksanakan shalat Tahajud. Shalat Dhuha pun tak pernah ia tinggalkan. Al-Quran dan Yasin dibacanya setiap hari. dan berpuasa senin-kamis.

Ibu Iqbal yang menyaksikan perubahan drastis anaknya, hanya bisa bersyukur kepada Allah. Tak sia-sia doanya selama ini agar naknya itu bisa rajin sholat dan membaca Al-Quran, padahal dulu Iqbal amat susah untuk disuruh sholat maupun baca Al quran.

Di sekolah pun Iqbal bisa fokus akan pelajaran. Nilainya yang dulu jelek, kini berangsur membaik. Hatinya yang dulu kosong dan jiwanya yang digerogoti perasaan malas. kini sudah dipenuhi dan dibangkitkan oleh cahaya cinta. Bukan kepada Nania tapi cinta kepada Allah.

Iqbal yang dulu berdoa agar Nania menjadi pacarnya, kini hanya berdoa untuk kedua orang tuanya, dan berharap agar Allah selalu mnunjukinya jalan yang lurus.

***

Hari itu seperti biasa, Iqbal pergi sekolah. ketika di gerbang sekolah dia bertemu Anwar.
"Asalamualaikum..Iqbal".
"Walaikumsalam".
"Eh...udah tau kabar hangat belum??". Tanya Anwar
"Ada apa??".Iqbal penasaran.
'Ternyata Nania sudah tunangan dengan laki-laki pilihan Ayahnya. Laki-laki itu kini kuliah S1, di Kairo Mesir. Dan jika Nania lulus nanti, mereka akan langsnug menikah. Dan Nania akan tinggal di mesir".

Iqbal terdiam sejenak,lalu berkata."Wah..beruntung sekali, nampaknya lelaki itu memang cocok dengan Nania".

Anwar keheranan yang melihat ekspresi wajah temannya itu yang biasa saja.'Lho, kamu ga kecewa?. Sia-sia dong selama ini kamu berubah jadi allim, dan ternyata Nania jadi milik orang lain".

"Hahahaha...Anwar..Anwar...Sesuai saranmu dulu, aku akan mencari jodoh yang sesuai dengan diriku sendiri. Toh lagipula kaku masih SMA, belum saatnya aku buat pacaran. Banyak waktu dan hal yang harus aku perbaiki jika ingin mendapatkan jodoh seperti Nania."Jawab Iqbal.

"Wah..nampaknya temanku ini, sudah benar-benar mendapat hidayah nih...".Goda Anwar pada Iqbal.

Keduanya tertawa, dan bersama-sama memasuki kelas. Saat dalam kelas, Iqbal menatap Nania sejenak." Akh..."seru Iqbal dalam hati. "Sebelum aku jatuh cinta padanya. Aku harus Mengalahkan dia dulu dalam perebutan juara umum semester ini". Tekad bulat itupun disematkan dalam hati Iqbal waktu itu juga.

"Siapa yang bisa menentukan rumus kimia yang saya tulis di depan..?".Ibu Guru memberikan pertanyaan pada seluruh murid.

Tak ada yang bisa, termasuk Nania. Siswi paling cerdas.tapi...

"Saya bu...".Iqbal menngangkat tangannya. Seluruh kelas menatapnya termasuk Nania....

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls