Ketika Cinta Saling Tertukar
Kumpulan cerpen tentang cinta yang bisa bikin kamu terpaku sesaat, tertawa sesaat, menangis sesaat, marah-marah sesaat bahkan kesurupan tuyul sampai pingsan!!!. Buktikan saja dengan membeli buku ini yang masih murah meriah, sebelum jadi mega best seller!!!
My Story On Ramadhan
Di setiap Ramadhan selalu memberikan kesan yang mendalam kepada setiap insan. Itulah yang dituangkan 20 penulis dalam buku ini. Pengalaman-pengalaman tak terlupakan mereka akan selalu membuat para pembaca begitu merindukan bulan yang indah nan suci ini
Asam Manis Perjalanan
Ingin berpetualang? Melihat dunia? Mari ikuti perjalanan-perjalanan seru 16 penulis muda yang mereka ceritakan dengan apik dalam buku ini. Dari dalam negeri hingga di depan Ka'Bah!!!. Seru dan serasa masuk langsung dalam petualangan tersebut!
Meises Ceres Kehidupan
Terjadi dalam kehidupan kita, Bermanfaat, ars longa,vita brevis (By Hamamy Adaby, Sastrawan Kalsel); Membuat semangat kita membuncah untuk menjadi pribadi yang lebih baik (By Ratna Dewi Idrus, Penulis Buku Best Seller "Betapa Allah Mencintaimu" ,"Betapa Allah Menyayangimu Saudariku"); Sangat Inspiratif dan luar biasa (M. Sahli Ali, Siswa MA Hidayatullah Banjarbaru).
Apa itu FunpreunerGroup?
Funpreuner Group adalah sebuah cita-cita, sebuah visi masa depan. Tentang pendidikan yang merata untuk seluruh umat manusia, tentang tenteram dan terpenuhinya Hak-hak seluruh manusia untuk hidup, tentang tegak berdirinya kebenaran yang merupakan amanah dari-Nya. Dunia Pendidikan, Entrepreuner, Kemajuan umat Islam, dan Kesejahteraan manusia menjadi tujuan akhir dari cita-cita ini. Demi orang tua, anak-anak, umat manusia dan seluruh alam semesta yang telah dititipkan-Nya.
Minggu, 17 Februari 2013
Public Speaking itu Ternyata Menakutkan
Selasa, 19 Juni 2012
25 Kesalahan Guru dalam Pembelajaran
Saya hanya ingin berbagi mengenai hal-hal yang saya dapatkan pada workshop penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMK Cahaya Insani Banjarbaru pada 20 Juni 2012. Apa itu KTSP?, KTSP adalah kurikulum terbaru yang menjadi panduan dala proses belajar mengajar, sebelum KTSP kita telah mengenal beberapa kurikulum lain seperti KBK dll (padahal banyak, tap yang saya ingat cuman KBK dan KTSP.. hihi).Menurut Bapak H. Syarbinie (Tim LPMP Kalsel), pengajar yang tidak menyusun kurikulum, sama seperti tidak mengajar. Karena kurikulum adalah rencana pengajaran yang sangat berguna bagi guru dan siswa untuk menjalani proses pembelajaran. Ada beberapa hal yang harus ada dalam kurikulum, yaitu tujuan pembelajaran, materi yang akan disampaikan, metode panyempaian, evaluasi dan yang terakhir analisa hasil evaluasi.
Ok... mungkin itu yang bisa sampaikan mengenai materi Kurikulum yang saya dapatkan tadi (berhubung mungkin itu juga yang bisa saya ingat). Eits... Tapi jangan kemana-mana dulu, karena ada hal menarik lagi yang harus saya sampaikan. Materi ini disampaikan oleh Bapak Edy Y. Pribadi dari Dinas Pendidikan Banjarbaru yang memaparkan 25 Kesalahan seorang guru dalam pembelajaran. Sadar atau tidak sadar, hal ini wajib dihindari oleh para guru agar tidak "mencederai" proses belajar dan tentunya tidak memberikan pengaruh buruk bagi siswa. Berikut 25 hal tersebut :
- Duduk di atas meja sewaktu proses pembelajaran.
- Sambil merokok saat mengajar.
- Makan saat mengajar.
- Bermain Hp atau Online saat mengajar.
- Tertidur. Meski jarang terjadi, tapi ternyata hal ini pernah dialami juga. Biasanya jika sang Guru hanya menyuruh siswanya membaca buku pelajaran saat pelajaran berlangsung (monoton).
- Menganggap diri paling pintar. Banyak yang bilang jika Doktor atau professor itu karena saking pintarnya sehingga membuat banyak mahasiswa tidak mengerti apa yang disampaikan kepada mereka. Seorang Guru tidak bisa menjadi seperti itu, Guru memiliki kewajiban untuk tidak hanya memintarkan diri sendiri tapi juga siswa-siswanya, sehingga kerendahan hati dan mampu menghargai kecerdasan dan potensi murid-muridnya adalah kunci seorang guru yang hebat.
- Monoton dalam menyampaikan materi. Indikasinya jika ada siswa yang tertidur saat jam pelajaran berlangsung.
- Tidak disiplin. Tepat waktu mungkin menjadi hal yang berat bagi orang Indonesia, ya hal ini semakin parah jika sikap tidak disiplin ini dicontohkan oleh para Guru.
- Bolos.
- Komunikasi tidak efektif.
- Berpakaian tidak rapi. Kini guru tidak lagi identik dengan sepeda butut, baju lusuh. Tampil rapi apalagi bagi guru yang mempunyai keadaan ekonomi yang baik adalah hal wajib.
- Tidak melakukan evaluasi. Hal yang unik pernah terjadi, saat seorang guru ternyata memeberikan nilai kepada siswa yang sudah meninggal dunia, mengindikasikan jika guru tersebut tidak melakukan evaluasi saat pemberian nilai, tapi dari hasil abrakadabra.....
- Membiarkan menyontek.
- Membocorkan jawaban ujian. No 13 dan 14 tentu saja akan menyemarakkan generasi koruptor di negeri ini. Jika kita para guru sepakat bahwa tujuan utama pendidikan bukanlah nilai (terutama SMK yang mengutamakan kompetensi). Maka sudah seharusnya pengembangan kreativitas dan potensi anak yang menjadi agenda utama, bukan membiarkan jalan-jalan pintas yang akan merusak masa depan mereka yang dilestarikan.
- Mengubah perolehan nilai. Jangan mengurangi dan melebihkan, objektif saja sesuai kemampuan anak.
- Memberikan soal yang tidak diajarkan. Jangan membuat stress dan depresi anak-anak dengan memberikan soal ujian yang tidak pernah mereka sentuh.
- Menanamkan permusuhan dan kebencian. Hal yang paling indah saat menjadi guru, adalah saat kita mampu menanamkan sikap saling menghormati, menghargai dan cinta pada setiap generasi muda. Amal Jariyah cui.....
- Mengajarkan pornografi.
- Melakukan pelecehan seksual. Ini mah Naudzubillah, kita para guru itu dipercaya. Jangan membalasnya dengan melakukan hal-hal seperti nomor 18 dan 19.
- Tidak perduli terhadap presensi siswa.
- Diskriminatif. Semua murid itu adalah sama derajatnya di mata kita.
- Tidak memperhatikan perbedaan individual. Potensi, kekurangan dan kelebihan. Harus dengan jeli dipantau.
- Gaptek. Saat ini, murid dengan mudah sekali menjadi lebih pintar dari guru karena kemajuan teknologi. Sehingga tentu saja para guru tidak boleh ketinggalan, apalagi teknologi dapat mempermudah guru dalam mempersiapkan bahan, mempermudah penyampaian dan tentu saja dengan hasil yang lebih maksimal. Persiapkanlah setiap generasi sesuai dengan zamannya.
- Mismatch. Disinilah pentingnya kurikullum.
- Lupa membaca dan belajar. Dari semua kesalahan-kesalahan di atas, kesalahan terakhir ini adalah yang paling parah. Jika seorang guru saja malas belajar, bagaimana mungkin dia bisa menciptakan generasi terbaik?. Bukankah perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri?
Pelatihan ini berlangsung hingga hari Jum'at (23 Juni 2012), semoga masih banyak hal menarik yang bisa saya sampaikan lagi melalui catatan blog ini. Bersama-sama kita menjadi pribadi yang layak untuk dipercaya dan diteladani, bagaimanapun juga beban untuk melahirkan generasi yang lebih baik sudah kita pikul. Maka mari berkerja dengan keras, ikhlas dan cerdas.
Jadilah guru dalam setiap kehidupanmu, karena guru akan berusaha memperbaiki dirinya agar layak untuk digugu dan ditiru. Akan terus rendah hati dan menghargai orang lain, karena guru tidak inign menjadi lilin yang mudah padam , melainkan pelita yang terang benderang.... (aduuh... bener gak sih nih kata-kata terakhir..hihi)
Kita (Tidak) Perlu Dunia
Apakah anda setuju, jika kita sebenarnya tidak memerlukan kuliah, pekerjaan, jodoh, kekayaan, kesehatan, kesuksesan dan hal-hal lainnya yang selama ini kita pikir sangat kita perlukan. "Saya menganggap semua itu TIDAK PENTING!!!". Ya, semua itu menjadi tidak penting jika hal-hal duniawi itu membuat kita lupa akan tujuan hidup sebenarnya. Bukankah Allah menciptkan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya???. Percuma kuliah jika kita enggan memperdalam ilmu agama, percuma berkerja jika membuat kita lupa untuk sholat, percuma mendapatkan jodoh idaman jika kita tidak semakin mencintai Allah dan Rasul-Nya, percuma kaya jika kita tidak semakin gila sedekah, percuma sehat dan sukses jika kita malah selalu upa untuk bersyukur.Lalu, bagaimana mungkin kita bisa hidup di dunia dan melupakan hal-hal diatas? Tidak mungkin bukan? bukankah dunia itu adalah ladang, bukankah agama memperintahkan kita untuk sukses dunia dan akherat. Jawabannya adalah KESEIMBANGAN dan PRIORITAS!!!. Dunia tidak bisa lebih banyak daripada aktivitas akherat, dan selalu diingat bahwa prioritas kita adalah untuk akherat. Serta yang harus diistiqomahkan adalah keyakinan bahwa semua urusan dunia akan dijamin oleh Allah SWT. Simak ayat berikut ini :
"“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (beristiqamah), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan memberi kabar gembira): “Janganlah kamu merasa takut dan bersedih hati; dan bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah penolong-penolongmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) apa yang kamu minta”. Sebagai hidangan (balasan yang kekal bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Fushilat: 30-32).
Betapa banyak manusia yang didunia ini yang hidup dengan penghasilan seadanya, tapi mereka hidup bahagia dan berkecukupan. Tapi juga banyak manusia yang memiliki penghasilan Milyaran, tapi itu tidak membuat mereka cukup dan bahagia. Sehingga membuat mereka hidup serakah dan resah. Bukti jika jaminan kebahagiaan itu diluar kuassa kita, melainkan datang dari-Nya.
Mulailah hari ini dengan melihat ke atas untuk urusan akherat dan melihat ke bawah untuk urusan dunia. Semoga kita semua dapat menjadi manfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia dan terus menerus memeluk Ridho-Nya baik saat sukses maupun saat gagal.
Jumat, 01 Juni 2012
Mission Possible 4 : Menjadi pribadi yang diperlukan
Sugen Santoso seorang Motivator pernah melakukan ujicoba dengan menggunakan 3 sampel nasi. ketiga nasi tersebut diletakkan dalam 3 gelas kaca berbeda.
Nasi dalam gelas kaca pertama "dibubuhi" dengan aneka hujatan dan kata-kata kotor. Nasi dalam gelas kaca kedua dibubuhi dengan pujian dan doa positif. Sementara nasi dalam gelas ketiga diacuhkan.
Setelah dibiarkan selama 1 minggu ketiga nasi tersebut basi. Namun terdapat perbedaan diantara ketiganya. Nasi yang dibubuhi dengan kata-kata negatif cenderung membusuk, berwarna agak gelap dan beraroma tak sedap. Sementara nasi yang dibubuhi dengan kata-kata positif serta doa juga menjadi basi, namun warnanya cenderung tetap menarik, aromanya pun relatif harum dibandingkan dengan nasi yang lain. Nasib nasi yang diacuhkan paling parah, nasi ini paling busuk, warnanya hitam dan baunya sangat menusuk.
Percobaan di atas mengandung pesan jika pribadi yang selalu diliputi keluhan dan umpatan hanya akan menggiring pribadi tersebut semakin negatif. Sementara pribadi yg diliputi hawa positif juga akan memiliki nasib yang lebih baik. Yang paling malang tentu saja pribadi yang hidup di lingkungan yang acuh tak acuh.
Tidak hanya mempengaruhi individu, bahkan mungkin nasib suatu bangsa. Bayangkan jika negeri ini dipenuhi oleh orang-orang yang tidak perduli lagi dengan masalah narkoba dan seks bebas di kalangan remaja, pengangguran terdidik yang semakin meningkat, korupsi yang merajalela dll. Bisa jadi nasib bangsa ini tak akan jauh berbeda dengan nasib nasi di gelas kaca ketiga. Basi, busuk, hitam, dan bau menyengat... Innalillah....
Jika memang tidak bisa merubah dengan tangan maupun lisan, bukankah masih ada hati, meski itu adalah sekecil-kecilnya iman.
Pribadi yang perduli = Melayani sesama bukan dilayani
Kita akan kehabisan waktu dan energi dengan berharap jika negeri ini akan diisi oleh orang-orang yang perduli terhadap masalah-masalah yang terjadi. Lebih-lebih jika kita mengharapkan akan ada lingkungan yang pernuh dengan keperdulian antar sesama bisa terwujud sendiri. Berhentilah berharap, dan ciptakan saja!!!!
Manusia yang perduli memang sedikit, tapi yang butuh keperdulian sangatlah banyak. Maka itu adalah tugas kita untuk mengemban tugas tersebut!!!!, Menjadi cahaya dalam kegelapan......
Hingga salah satu kunci untuk menggapai masa depan pribadi, bangsa dan umat yang lebih baik. Tidak lain dan tidaklah bukan dengan menjadi pribadi yang perduli, mau melayani sesama, menjadi manfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia. Inilah pribadi yang diperlukan oleh bangsa ini, pribadi yang perduli, akan lebih baik lagi jika dengan aksi......
Kamis, 17 Mei 2012
Mission Possible 3 : Sukses Cuman Modal Berani
Anda tau, jika otak kanan mampu berkerja lebih cepat dari otak kiri??? bahkan bisa 1000 kali lebih cepat???.
Teori di atas banyak dibuktikan dengan fakta bahwa orang-orang sukses di dunia, kebanyakan memang bukan berasal dari mereka dengan prestasi otak kiri (perspektif saya adalah akademik) yang mampu sukses di dunia nyata. Sebut saja Bill Gates, Mark Zuckenberg, Steve Jobs (alm.) dan masih banyak lagi adalah contoh nyata dimana intuisi mampu menjadi faktor utama mereka mampu bertengger dengan label orang-orang terkaya di dunia. Sehingga kini pendidikan modern, terutama di dunia barat mulai mengarahkan peserta didiknya untuk tidak hanya mengasah otak kiri namun juga harus memaksimalkan otak kanan.
Bagaimana dengan Indonesia sendiri?, harus kita akui negara kita hingga saat ini masih belum mempunyai tujuan kesana. Di sekolah, hampir 70 % bahkan hingga 90 % para pelajar disuguhi teori guna mengasah otak kiri. Otak kanan???, hanya mereka yang sadar saja, yang mau mengasahnya. Hingga pada akhirnya, di Indonesia. Kita boleh banyak memiliki orang-orang cerdas, tapi untuk menjadi orang kaya masih sedikit dan memakan waktu yang lama. Tidak di sadari, "lambatnya" orang-orang Indonesia untuk menjadi orang sukses, membuat pertumbuhan eknomi bangsa inipun menjadi terhambat. Ya, intuisi yang kurang untuk melakukan inovasi karena dijejali berbagai macam teori menjadikan bangsa ini berjalan stagnan bahkan mulai tertinggal dari Malaysia dan Singapura.
Lalu, apa solusinya????, latihlah intuisi....
Bagaimana????
Ya harus Berani!!!!, tapi berani melakukan hal-hal positif yang enggan dilakukan orang lain....
Bukan berani main keroyokan, tawuran, nyontek massal....
Tapi berani yang gentlemen ato yang anggun....
Seperti berani melamar gadis yang kita idam-idamkan di tengah takutnya anak-anak muda untuk menikah dini.... (pacaran-mendekati zina- aja berani, so kenapa ngelakuin perintah agama enggan???)
Berani membuka usaha semuda mungkin, dimana banyak anak-anak muda yang masih minta sama orang tua..... (Monyet aja bisa nyari duit, masak masih muda+ manusia lagi, kagak bisa)
Intuisi akan melahirkan inovasi, dan dengan inovasilah kita bisa meletakkan dunia dalam genggaman....
Mulai dari diri sendiri, dan inspirasi orang lain sebanyak-banyaknya......
Mission Possible 2 : From Losers To Be Heroes
Sementara level kedua, yaitu orang-orang yang menggenggam dunia di tangannya, tapi tidak memikirikan kepentingan orang banyak maupun efek di masa depan. Dan level ketiga adalah mereka yang mempunyai kepedulian terhadap orang lain dan masa depan, tapi tidak punya modal dunia untuk mewujudkannya. Dan level terakhir, merupakan level terburuk yang mendapat predikat Losers, yaitu mereka yang tidak memiliki mdal maupun kepedulian serta impian.
Pada kenyataannya,40 % dari 6 Miliar manusia di Bumi ini yang masuk ke Kuadran 4, 40 % juga berada di level 3, dan hanya 10 % di level 2 serta 10 % ada di level pertama. Ya, bumi ini memang di dominasi oleh golongan-golongan level 4 dan 3. Namun kini, sudah mulai banyak migrasi-migrasi yang terjadi di mana golongan-golongan yang dianggap sebagai golongan level 4 dan 3 mulai menuju level 2, namun belum mencapai level 1. Contohnya adalah China dan India, yang semula disejajarkan dengan Indonesia karena kekumuhan dan kepadatan penduduknya kini mulai menancapkan taringnya di bidang ilmu pengetahuan (dunia) tapi hanya bersifat jangka pendek.
Nah, lalu dimana Indonesia??? Kita bisa menilai sendiri dimanakah posisi kita dalam kuadran tersebut. Punyakah kita modal untuk mengelola sumber daya alam sendiri??? punyakah kita impian untuk anak cucu kita kelak di masa depan jika sumber daya kita habis????. Nah, kira-kira kita ada di level dimana???
Ok, saya tidak mengajak kita semua untuk pesimis. namun sebaliknya kita harus melakukan Quantum Quadran Changging yang harus dimulai dari diri sendiri. Ya, Optimistis merupakan syarat utama untuk menggerakkan kita semua menuju level ketiga.
Untuk menuju level kedua, maka kita haruslah memiliki modal yaitu ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang lebih dari sekedar gelar, melainkan ilmu yang kita pelajari, kita praktekkan, dan kita ajarkan kepada orang banyak tanpa ada batasan-batasan. Itulah ilmu pengetahuan yang akan membawa kita berada di level 2.
Nah, bagaimana caranya agar kita berada di level 1???, tentu saja ilmu pengetahuan harus diseimbangkan dengan optimistis yang kita miliki. Bahwa usaha yang kita lakukan saat ini bukan hanya untuk beberapa tahun ke depan saja, tapi juga untuk ribuan tahun bahkan jutaan tahun berikutnya. Tidak hanya untuk bangsa kita, tapi juga bagi bangsa-bangsai di Afirka yang kelaparan, bangsa Palestina yang dijajah, yaitu bagi seluruh umat manusia. Itulah level Heroes.....
Mari mulai saat ini, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang paling mudah....
1. Buatlah impian yang simpel yang bisa kita wujudkan . Misal : Menambah teman baru, usahakan impian itu berbeda-beda. Misal saja impian yang ditargetkan terwujud satu kali per bulan.
2. 1 hari belajar, 1 hari praktek, 1 hari ajarkan. Bayangkan dalam 1 minggu ada 2 ilmu yang akan kita pelajari, praktekkan dan diiajarkan. dalam 1 bulan ada 8 ilmu, dalam 1 tahun ada 86 ilmu... Wow!!!
3. Jika kita mendapatkan materi, usahakan 10 % untuk kita. 45 % untuk orang-orang yang sudah membantu kita, dan 45 % bagi mereka yang belum pernah berjasa pada kita. Jika terlalu berat cukup 50% untuk kita dan sisanya untuk dua kelompok tadi.
Selasa, 15 Mei 2012
Mission Possible 1 : Kill Desperate Virus!!!
“Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat.” (Al Hijr:56)
Minggu, 15 April 2012
The Eye Secret
Rabu, 14 Maret 2012
"Katakan yang Benar Meski Pahit " : Rasakan yang pahit, berikan yang manis

Sore yang cerah pada hari senin, 12 Maret 2012. Alhamdullillah dipermudah untuk duduk di dalam majelis bedah buku "Dalam dekapan Ukhuwah" yang ditulis juga sekalian disampaikan oleh Salim A. Fillah.
"Iman adalah hubungan, hubungan harus dengan iman,iman dan hubungan harus dijaga dengan ikhtiar". Ungkap beliau menjelaskan hubungan antara Iman deengan hubungan antar sesama manusia.
Dalam kehidupan sehari-hari, seorang muslim diwajibkan untuk menjaga ukhuwah sebagai bentuk dari keimanannya. Bahkan bagi seorang da'i, berdakwah dengan cara hikmah atau mengatakan yang baik jauh lebih utama daripada berdakwah dengan cara menyampaikan yang benar, apalagi hingga berdebat. Karena akan sangat rentan menyakiti perasaan orang lain bahkan memperburuk ikatan ukhuwah.
Ane pun coba merenung, mengenai beberapa kesalahan, dimana ane kerap menyakiti perasaan orang lain dengan alasan dakwah. Bahkan mungkin sampai-sampai membawa hadits yang berbunyi "Katakan yang benar meskipun pahit". Padahal menurut Salim A. Fillah, orang-orang yang membawa-bawa hadits ini untuk melukai perasaan orang lain dengan alasan kebenaran, belumlah melihat hadits secara keseluruhan. Beliau lalu menceritakan riwayat munculnya hadits ini....
"Suatu hari ada seorang pedagang yang datang kepada Rasulullah, dia mengaku ditipu oleh seorang pedagang lainnya sehingga barang-barang yang sudah dibelinya ternyata sudah rusak dan tidak layak jual. Sementara penipu itu tidak terlihat lagi batang hidungnya. Maka bolehkah aku(pedagang yang tertipu) juga berlaku selayaknya penipu tadi, dengan menyembunyikan kerusakan barangnya pada orang lain sehingga uang kerugianku bisa kembali?. Rasulullah lalu menjawab,Katakanlah yang benar meskipun itu pahit".(Abu Dzar Radhiallahu anhu)
Menurut Salim A. Fillah, katakanlah yang benar meskipun pahit itu ditujukan kepada pembicara, baik yang benar maupun yang pahitnya. Bukan malah memberikan yang pahit pada orang lain, meskipun kita berkata benar.
Ada sebuah cerita yang menarik yang pernah saya dengar. Tentang kisah seorang pemuda bernama Bidin, Bidin adalah pemuda asal kota Martapura yang sangat baik. Cita-citanya sederhana, memberikan bantuan bagi orang-orang disekelilingnya. Hanya saja sayang, dalam prakteknya 1 kebaikan yang dilaksanakan Bidin selalu mengundang 2 bencana bagi orang lain. Mungkin Bidin kurang beruntung.
Hingga akhirnya, pada suatu hari Bidin melihat ada seorang Ibu-ibu yang ingin pergi ke pasar Martapura, kerepotan menyetop taxi di pinggir jalan. Dengan polosnya, Bidin menghampiri ibu tersebut dan yang pastinya menawarkan sebuah bantuan.
"Ibu, saya bantu menyetop taxi nya ya...", tanpa ba-bi-bu Bidin seakan-akan bisa membaca pikiran ibu tersebut. Si Ibu yang terkaget-kaget dengan kehadiran sosok aneh disampingnya, tanpa sempat mengiyakan permohonan izin Bidin, hanya bisa melongo melihat Bidin yang dengan gagah beraninya melompat ke tengah jalan yang sedang ramai dilalui oleh kendaraan bermotor.
Akhirnya, seketika itu pula. Sebuah mobil yang melaju kencang dan hampir saja menabrak Bidin, namun karena supirnya adalah mantan atlet bola, sehingga dengan gesit kakinya bisa menginjak rem sekuat tenaga dan berhasil mengehentikan mobilnya. Tapi malang, dibelakang masih ada sekitar 15 motor dan 7 mobil yang sayangnya kaki-kaki mereka tak segesit supir mobil paling depan. Sehingga, hari itu terjadilah tabrakan beruntun terbesar yang pernah terjadi di Kabupaten Banjar. "Ibu, silahkan lewat..". Bidin mempersilahkan si Ibu tadi yang sebenarnya sudah pingsan tak sadarkan diri. Beruntunglah, hari itu tidak ada korban jiwa yang gugur.
Mengetahui kejadian naas ini, membuat marah Pak RT di kampung Bidin. Pak RT menghampiri Bidin yang wajahnya masih ceria meski baru saja datang setelah ditahan di kantor polisi selama 3 hari.
"Bidin.., mulai detik ini, kapanpun, dimanapun, kepada siapapun, jangan sekali-kali kamu membantu orang lain!!!", tegas Pak RT.
"Tap..tapi...". Mata Bidin berkaca-kaca mengetahui hobbynya selama ini harus menjadi barang haram oleh Pak RT.
"Tidak ada, tapi-tapian!!!, pokoknya kapanpun, dimanapun, kepada siapapun, jangan sekali-kali kamu bantu orang lain. Titik!!!!!!!!". Pak RT sampai menunjuk-nunjuk dengan jempolnya ke muka Bidin.
Bidin terdiam, Pak RT pulang. "Apa lagi gunanya hidupku?", Bidin membatin.
Bidin duduk di musholla kampung. Merenungi nasibnya, tak tahu lagi dia harus berbuat apa.
Somad, mahasiswa yang berprofesi sebagai marbot (penjaga) musholla sedari tadi memperhatikan sikap Bidin. Tidak biasanya, sosok Bidin tak ceria.
"Bidin, ada apa? kok cemberut?", tanya Somad. Bidin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak mungkin tidak ada apa-apa. Kau biasanya ceria, pasti ada masalah kan? Ceritakanlah padaku, mungkin bisa kita cari solusinya". Somad berusaha merayu Bidin.
Bidin lalu menatap Somad, lalu beberapa saat dengan sesenggukan dia bercerita bahwa Pak RT telah melarangnya untuk membantu orang lain, kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun.
Somad langsung berdiri, "Siapa yang berhak melarang seseorang untuk melakukan kebaikan?, Bidin, kau boleh membantu aku di Musholla ini. Janganlah bersedih, kau tetap bisa melakukan hobbymu". Somad berkacak pinggang seakan-akan seperti pahlawan bertopeng.
Bidin langsung mengusap air matanya, wajahnya kembali berubah ceria. "Betulkah Somad?, lalu apa yang bisa aku bantu kerjakan disini???. Bidin sudah tidak sabar.
"Kau bisa membantu aku mengepel musholla".
Bidin yang memang baik, langsung mengerjakan permintaan Somad tersebut. Bahkan mungkin karena super baik, tidak hanya lantai yang dia pel. Tapi juga sajadah-sajadah, lalu kipas angin dan lampu musholla yang sedang menyala serta tentu saja peralatan sound system musholla. Akhirnya semuanya pun bersih dan basah ditambah konslet untuk alat-alat lsitrik.
Somad yang melihat kejadian ini, hanya bisa menarik nafas panjang. Hari ini terpaksa dia adzan dengan berteriak lebih nyaring agar warga satu kampung mendengar. Pak RT tentu saja, kembali datang menghampiri Bidin.
" Bidiiin, apa yang ku bilang... Kau jangan membantu siapapun, kapanpun dan dimanapun. Lihat sekarang, kau selalu saja membuat susah orang lain". Bidin hanya terdiam.
"Bidin, tatap mata saya". Pak RT mengangkat dagu Bidin yang tertunduk.
"Mulai saat ini, berjanjilah. Kau tidak akan membantu siapapun , kapanpun, dimanapun. Berjanjilah!!". Perintah Pak RT.
Bidin terdiam sejenak, lalu berkata." Iya pak RT, saya berjanji tidak akan membantu siapapun, kapanpun dan dimanapun mulai saat ini". Suara Bidin bergetar.
Akhirnya, Bidin kembali duduk termenung di Musholla. Hatinya sedikit tenang, karena sudah sholat Isya. Hingga tak lama, terdengar suara keras dari belakang musholla. "Byuuuuur", seperti ada orang tercebur. Bidin terkesiap, ada apa gerangan???, hendak Bidin menghampiri sumber bunyi itu, tapi dia sudah berjanji pada pak RT untuk tidak lagi membantu orang lain, kapanpun, dimanapun,kepada siapapun.
Namun, kembali tidak lama, ada suara orang yang minta tolong. Suaranya bergaung, seakan-akan datang dari sumur. Sudah pasti ada yang tercebur ke dalam sumur, pikir Bidin dalam hati. Bidin masih enggan melangkah, dia sudah berjanji. Bidin hanya berharap ada orang lain yang bisa mendengar selain dirinya.
Karena panasaran, akhirnya Bidin mau melangkahkan kakinya ke arah suara itu. Meski berat, karena kakinya ada beban janji pada Pak RT.
Saat melongok ke dalam sumur, betapa terkejutnya Bidin setelah mengetahui orang yang tercebur itu adalah Pak RT. Sedangkan Pak RT senang bukan kepalang setelah melihat wajah Bidin.
"Bidiiin...", seru pak RT
"Pak Rteeee....", sahut Bidin
"Bidiiin...", seru pak RT lagi
"Pak Rteeee....", sahut Bidin lagi
"Bidin, tolonglah akuu....", pinta Pak RT
"Tidak bisa pak....", jawab Bidin dengan wajah lesu
"Kenapa...???", tanya pak RT
"Karena...", sahut Bidin
"Kenapa...???", tanya pak RT lagi
"Karena...", sahut Bidin lagi. Kok di ulang-ulang terus, keluh Pak RT dalam hati
"Tolonglah Bidin, aku sudah kedinginan di bawah sini...", Pak RT memelas
"Tidak bisa pak, saya sudah janji untuk tidak membantu lagi". Jawabnya dengan terpaksa
"Tap..tapi...". Mata Pak RT berkaca-kaca
"Ingat pak RT, kapanpun, dimanapun, kepada siapapun, saya sudah berjanji tidak akan membantu ". Bidin menarik nafas panjang, siap-siap untuk beranjak pergi.
Hingga akhirnya Somad melihat Bidin yang dengan anehnya berbincang-bincang dengan lubang sumur. Setelah dihampirinya, betapa terkejutnya Somad melihat Pak RT yang merengek-rengek seperti Bayi untuk minta dikeluarkan dari sumur. Somad lalu menolong Pak RT keluar dari sana. Dan Bidin, sama sekali tidak membantu. Dia memegang teguh janjinya.
Saat sudah berhasil keluar dari lubang sumur. Pak RT yang basah oleh air sumur, keringat dan air matanya menghampiri Bidin. "Bidin, maafkanlah saya. Ini semua dikarenakan aku terlalu cepat menarik kesimpulan mengenai sebuah solusi permasalahan, seharusnya aku memberitahumu bagaimana seharusnya berbuat baik yang benar. Bukan hanya menyalahkan". Wajah Pak RT sungguh-sungguh, "Mulai saat ini, aku bebaskan kau dari janjimu untuk tidak berbuat lagi kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun". Pak RT lalu memeluk tubuh Bidin, Bidin juga terharu dan juga menyesal karena tidak bisa membantu menyelamatkan Pak RT, dia hanya bingung karena sudah tidak bisa lagi membantu orang lain, setidaknya dia masih bida menjadi orang yang menepati janji. Sedangkan Somad hanya terbengong-bengiong tidak paham. (Kisah ini didapatkan pada saat seminar bersama Boim Lebon, tulisan asli dan lebih lengkap bisa di lihat pada buku berjudul "Bad Man Bidin" karya Boim Lebon).
Seperti itulah, sebuah keharusan manusia terutama seorang muslim dalam menjaga lisan untuk tidak membuat menangis jiwa saudaranya. Sebuah pekerjaan yang tidak mudah memang, meski kita tahu lidah bisa membuat badan binasa. Semoga kita semua dapat menjadi insan yang mampu meneladani Rasulullah, yakni mampu berkata-kata dengan hikmah bagi sekalian alam.
Jumat, 21 Oktober 2011
Agar rapat tidak sia-sia…

Referensi : Seri Manajemen Islam (Manajemen Rapat singkat dan produktif, M. AA. Jawwad)
Oleh Zulrifan Noor
Banyak manfaat yang bisa kita raih sebagai aktivis organisasi, salah satu pengalaman berharga yang saya dapatkan adalah bagaimana menjadi seorang pemimpin rapat. Ya, meskipun kelihatannya simpel, tapi jika rapat yang dilakukan kosong dari keindahan seni dan kesigapan aksi. Rapat tak lebih dari menghabiskan waktu. Perlu latihan yang konsisten agar kita dapat menjadi seorang menajer rapat yang andal (dalam kalangan aktivis dakwah, ada istilah ahli syuro…^^). Kalau dilihat kebelakang banyak hal-hal lucu saat saya dalam masa belajar sebagai manajer rapat. Mulai dari tidak ditanggapi saat berbicara di depan, sampai disiram dengan air minuman karena dianggap tidak becus oleh rekan-rekan dalam memimpin rapat. Atas pengalaman itu saya sangat berterima kasih, terutama atas kritikan dan “siraman air” kawan-kawan. Hingga kinipun saya masih berusaha memanajemen sebuah rapat agar berlangsung efektif dan efisien.
Dan pengetahuan saya semakin bertambah setelah membaca buku manajemen rapat karya M. Ahmad Abdul Jawwad yang saya pinjam dari perpustakaan. Berikut hasil kesimpulan saya mengenai isi buku tersebut, semoga menambah keterampilan kita semua dalam memanajemen sebuah rapat agar lebih produktif. Berikut 6 langkah yang disampiakan dalam buku tersebut :
1. Yakinkan, bahwa Kita Memang Betul-betul Memerlukan Rapat!
Perlu diingat bahwa rapat merupakan media untuk meraih sebuah tujuan. Rapat itu sendiri bukan tujuan. Sering saya memimpin rapat dengan agenda yang tidak terlalu penting, sehingga terkesan membuang-buang waktu. Rapat yang baik harus memiliki target yang jelas agar tujuan dari rapat itu sendiri dapat terlaksana.
Sebaiknya perlu direnungkan, apakah rapat yang diadakan merupakan suatu keharusan?. Jika memang harus, mungkinkah berlangsung secara singkat tanpa mengurangi kejituannya? Apakah rapat yang diadakan merupakan alternatif paling afdhal? Mungkinkah mencari alternatif lain yang lebih baik?
Ingat..Ingat…!!!, jangan melaksanakan rapat, jika rapat itu sendiri tidak melahirkan solusi, tapi hanya menambah masalah….waspadalah..waspadalah..!!!!!
2. Bagaimana dan Mengapa Harus Menentukan Agenda Rapat?
Jika rapat memang harus diadakan, adalah satu kelemahan bila kita tidak menjadikan rapat berjalan singkat dan efektif. Baik itu rapat rutin maupun yang dadakan, salah besar jika mengadakan rapat tanpa agenda yang jelas.
Berikut adalah beberapa tips dalam mempersiapkan agenda rapat :
- Tentukan secara cermat para peserta yang akan menghadiri rapat. Jangan sampai kehadiran mereka tidak memberikan kontribusi.
- Tentukan waktu rapat yang teliti, serta lokasi yang kondusif.
- Mempersiapkan dan mengirimkan undangan rapat.
- Sebaiknya agenda rapat didiskusikan dan disepakati sebelum rapat dimulai.
- Point-pont yang akan dibahas harus memiliki waktu yang terukur dan cukup untuk didiskusikan.
- Agenda rapat juga harus jelas dan mudah dipahami oleh seluruh tim agar tidak mengundang hujan interupsi.
- Tentukan prioritas pembahasan, urutkan point paling sulit dalam urutan terdepan agenda rapat.
- Usahakan tidak berpindah pembahasan, sebelum tercapainya kejelasan keputusan yang disepakati peserta rapat. Bahas agenda sesuai dengan prioritas yang disepakati.
- Jangan memaksakan agenda rapat, karena membahas sesuatu yang penting setelah waktu habis dan kesabaran tidak ada, lebih buruk daripada tidak membahasnya sama sekali.
- Bagikan rancangan agenda rapat kepada peserta sebelum rapat dimulai, agar peserta dapat mempersiapkan ide dan memfokuskan perhatian pada rancangan agenda rapat
- Hindarilah rapat yang terlalu lama. Ingatlah, rapat yang melebihi dua jam akan hilang efektivitasnya.
- Jika peserta rapat jumlahnya banyak maka lebih baik mengadakan rapat dalam dua kali pertemuan.
3. Peringan Beban Kita dan Beban Anggota Rapat Sebelum Rapat Dimulai
Sip… alasan rapat dilaksanakan sudah logis, agendapun sudah disusun dengan rapi. Akankah rapat berjalan dengan lancar?. Eits… tunggu dulu, rapat belum dimulai mas bro…^o^. Pada fase inilah sisi kepemimpinan kita akan diuji.
Dulu saya pernah dapat amanah memimpin rapat dua organisasi sekaligus. Di saat yang bersamaan, ibu saya juga masuk rumah sakit dan harus dioperasi. Belum lagi setumpukan tugas kuliah dan pekerjaan. Waw..!!!!, saat harus memimpin rapat, seakan akan-akan ada batu besar ada dipundak saya..!. wajah saya tegang, suasana dalam ruang rapatpun tegang, anggota yang tidak memperhatikan saya bentak, yang terlambat saya kritik. Suasananya sungguh-sungguh horror..!!!!. hasilnya…???, banyak anggota yang mendebat saya, banyak juga yang pulang, atau bahkan cuek dalam ruangan, pertemuan berikutnya hampir 50% anggota yang tidak datang.
Saya coba merenungkan sikap saya ini. Memikirkan apakah hanya saya saja yang memiliki masalah di ruangan tersebut. Apakah kawan-kawan yang lain juga tidak ada masalah? Atau bahkan mungkin masalah mereka jauh lebih besar daripada yang saya alami.
Dari pengalaman saya di atas, saya sadar dalam rapat kita tidak berhadapan dengan sebuah mesin. Tapi sekumpulan manusia, lengkap dengan perasaan dan emosi yang harus dipuaskan dan dijaga. Begitu pula dengan diri kita sebagai seorang pemimpin, kondisi emosi kita sangat mempengaruhi suasana rapat.
Berikut adalah beberapa kiat jitu meringankan beban kita dan peserta rapat sebelum rapat dimulai :
- Mengelola orang lain dalam sebuah pertemuan tidak cukup mengandalkan semangat atau keinginan semata. Lebih dari itu, kita membutuhkan bimbingan dan pertolongan Allah.
- Kita harus dalam kondisi tenang dan tenteram secara kejiwaan agar dapat berempati dan menebar pengaruh kepada orang lain. Biasakan berwudhu atau bila memungkinkan melaksanakan sholat sunnah sebelum melaksanakan rapat.
- Atur PW (Posisisi Uenak), jangan biarkan ada penghalang antar pesera rapat (seperti meja dan benda lainnya) yang membuat komunikasi terhambat. Posisi terbaik dalam rapat adalah posisi lingkaran dimana seluruh peserta dapa melihat satu sama lainnya.
- Sebaiknya pemimpin rapat duduk berdekatan dengan anggota peserta yang berpotensi menimbulkan gangguan karena rebut atau lainnya, agar dapat menegurnya dengan mudah (tapi perlu diingat, agar menghidari sikap mencela).
- 10 menit pertama, gunakanlah sebagai pendekatan untuk mengetahui kondisi dan suasana jiwa peserta rapat yang lain.
- Ingatlah, bahwa prinsip dasar dalam sebuah pertemuan adalah ibadah.
- Mulailah acara rapat dengan berdoa kepada Allah, atau lebih baik ditambah dengan pembacaan Al Qur’an diwakili oleh satu orang (lebih afdhol bergiliran). Hal ini akan mendatangkan ketenangan jiwa dan kesejukan hati.
- Hindari mencela, baik mencela anggota yang kurang maksimal dalam mengerjakan tugasnya maupun yang datang terlambat. Hal ini akan membuat kondisi rapat diliputi ketegangan dan ketidakharmonisan.
- Sebaiknya lontarkan kata-kata pujian, motivasi yang bisa membangkitkan semangat.
- Ingat, jangan memulai rapat sebelum kondisi kita dan peserta rapat sudah dalam keadaan tenang. Jika rapat membutuhkan waktu dua jam, maka diperlukan waktu sampai 90 menit untuk menenangkan kondisi peserta rapat.
4. Kiat sukses menguasai rapat
Setelah diuji dari segi memanajemen emosi, selanjutnya skill kepemimpinan kita akan diuji dalam tahap menguasai sebuah rapat. Pemimpin rapat harus mampu mengelola beragam ide yang bertolak belakang, mengatur lalu lintas pemikiran yang berbeda, kecenderungan yang tidak sama, dan kepribadian yang berlainan. Ada 5 gangguan yang sering terjadi saat rapat dan bagaimana sebaiknya sikap seorang pemimpin dalam mengatasinya.
- Pernyataan menyimpang dari pokok bahasan
Pemimpin harus segera turun tangan dengan mengingatkan peserta mengenai agenda rapat yang telah disepakati. Misalkan dengan mengatakan kata-kata simpatik seperti. “Mungkin yang anda nyatakan perlu dibahas di luar forum ini dan waktu khusus agar lebih maksimal”.
- Debat diluar pokok bahasan rapat oleh beberapa anggota rapat
Jangan mencela anggota yang berdebat, berikan waktu istirahat bagi peserta lalu dekatilah mereka untuk kembali fokus ke agenda yang telah disepakati
- Waktu rapat telah melebihi waktu yang disepakati
Jangan ragu mengakhiri rapat , jika waktu telah melebihi dari waktu yang ditentukan. Jangan coba-coba melewati waktu yang telah disepakati, kecuali setelah meminta kesepakatan peserta lainnya.
- Peserta rapat pasif
Biasanya peserta pasif karena menganggap rapat yang diadakan tidak terlalu penting ataupun sedang ada masalah pribadi. Jadi lihat kembali point-point diatas seperti mengenai perlu tidaknya suatu rapat dilaksanakan, dan bagaimana caranya agar kondisi peserta rapat tenang. Dan perlu diingat bahwa salah satu kewajiban pemimpin rapat adalah menjadi motivator dan mobilisator.
5. Bagaimana Caranya Mematangkan Ide dan Mengambil Keputusan ketika Rapat
Langkah berikutnya adalah langkah tersulit sekaligus yang paling penting dalam sebuah manajemen rapat. Tidak bisa dipungkiri, bahwa banyaknya pemikiran dalam sebuah rapat menjadikan seorang pemimpin kesulitan dalam mengambil keputusan yang tepat. Berikut kiat-kiat praktis dalam mengambil keputusan yang tepat dalam rapat :
- Berikan waktu yang terbatas bagi setiap anggota rapat untuk menjelaskan pendapatnya seputar topik yang dibahas.
- Tulislah semua pendapat yang berkembang di atas papan tulis, agar dapat terlihat jelas bagi peserta lain.
- Berikan waktu beberapa peserta yang hendak menanggapi pendapat satu sama lain. Hindari sikap saling mencela, dan mengabaikan pendapat yang lain.
- Sebaiknya dilakukan analisis SWOT (Kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan) dalam setiap point-point permasalahan yang didiskusikan. Untuk mengetahui seberapa layak suatu permasalahan dieksekusi (dilaksanakan).
- Yakinkan bahwa tidak ada lagi interupsi atau komentar lainnya. Saat demikian, berarti anggota rapat sudah memahami pembahasan yang telah dilakukan.
- Jika masih terjadi perdebatan, maka lakukan pemungutan suara untuk mengambil keputusan.
- Hasilkan sebuah keputusan final berdasarkan hasil diskusi.
6. Bagaimana Menilai dan mengevalusai Sukses Tidaknya Rapat yang Kita Adakan?
Hal terakhir yang kerap dilupakan oleh pemimpin rapat adalah melakukan evaluasi dan memastikan bahwa rapat yang diadakan telah mencapai target yang dicanangkan atau tidak. Padahal dengan menilai rapat, disini kita dapat mempelajari kesalahan-kesalahan selama rapat. Hanya dengan cara inilah kita dapat memiliki pengalaman melimpah dalam memanajemen rapat. Idealnya evaluasi dilakukan setelah rapat dilaksanakan dan melibatkan seluruh peserta rapat. Hal-hal yang bisa dievaluasi adalah mengenai kemampuan manajerial pimpinan dalam mengelola rapat dan penilaian efektivitas rapat secara umum. Jangan lupa juga untuk meminta peserta menuliskan minimal 3 saran agar rapat yang diadakan menjadi lebih baik.
Berikut point-point yang saya ringkas dari buku tersebut, perlu diingat juga bahwa yang membuat kita semakin ahli dalam memanajemen sebuah rapat adalah seberapa jauh kita mau belajar dari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Baik sebagai pemimpin maupun sebagai anggota.
Jika kia menjadi seorang pemimpin atau peserta rapat, jangan menjadikan rapat hanya menjadi formalitas yang tidak punya nilai dan keberkahan.
“Dan urusan mereka senantiasa diputuskan melalui musyawah antara mereka”
(As Syuura : 38)
Minggu, 07 Agustus 2011
Kiat Sukses Merekrut Maba, "Para Generasi Penerus"

Oleh-oleh dari Dauroh Recruitmen Mahasiswa baru untuk LDK Se-Banjarbaru di aula Farmasi Unlam.
Bismillahirrohmanirrohim
As-salamuaaykum warahmatullahi wa barakatuh...
Alhamdulillah pada hari minggu, 7 Agustus 2011. Ane masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bersilaturrahmi dengan kawan-kawan aktvis dakwah kampus di Unlam Banjarbaru. Pada kesempatan ini juga ane bersyukur karena mendapatkan materi yang sangat berharga dari dauroh yang diadakan oleh FSI Ulul Albab ini.
Untuk itu ane merasa berkewajiban untuk membagikan ilmu yang ane dapatkan kepada saudara-saudara ane yang berhalangan hadir pada acara tersebut. Terutama kawan-kawan di FOSKI STMIK Banjarbaru yang sebentar lagi akan menyambut "The Next Golden Generation". Yup, tidak terasa adik-adik kita yang masih polos akan menginjakkan kakinya di kampus kita dan akan menjadi bagian dalam catatan perjuangan di kampus tercinta kita ini.
Materi luar biasa yang pertama disampaikan oleh Ustadz Sukoco, Ustadz yang merupakan alumni UGM Yogyakarta ini menyampaikan materi tentang "Bagaimana Menyentuh Hati Objek Dakwah". Beliau menyebutkan bahwa seorang kader dakwah haruslah mengenali budaya dan karakter objek dakwah yang akan dituju. Hal ini seperti apa yang dilakukan Rasulullah ketika berdakwah di Mekkah, dimana beliau mengangkat persoalan kaum Quraisy yang sering melakukan perjalanan jauh dan harus meninggalkan panennya di musim panas. Sehingga turunlah ayat yang menjelaskan megenai bagaimana caranya bercocok tanam yang baik (afwan,ane lupa nama ayatnya. Bagi yang tau silahkan dikoreksi).
Selanjutnya secara urut, Ustadz Sukoco menjelaskan langkah-langkah sukses "to touch heart" para mahasiswa baru.
1. Melakukan analisa terhadap objek dakwah dan menentukan serta mengangkat tema yang sedang trend untuk disampaikan ke objek dakwah, dalam catatan tema tersebut mampu mengarahkan mereka ke arah yang lebih positif.
2. Memperbaiki hubungan personal dengan objek dakwah, disini maksudnya adalah bagaimana kita dapat menjalin hubungan yang kuat terhadap objek dakwah kita. Kuncinya adalah bagaimana kita bisa membantu adik-adik kita nanti dengan apa saja yang kita miliki. Ada 3 jenis manfaat yang bisa kita berikan kepada para objek dakwah, yaitu :
- Materi, bagi kader yang punya uang bulanan yang berlebih tentu bisa membantu teman-temannya yang biasanya di akhir bulan kerap mengalami kesulitan keuangan. Nah, ketimbang uangnya kita habiskan untuk hal yang tidak karuan. Bukankah lebih baik kita membantu rekan kita yang kesulitan keuangan kan?
- Skill atau kecerdasan, Ilmu tak seperti uang. Jika dibagikan tak akan habis. Malah akan semakin bertambah. Jangan ragu membantu rekan-rekan kita yang kesulitan belajar. Insyaallah, kader dakwah yang dermawan akan ilmu akan semakin mudah menjadi idola kader-kader baru.
- Bagaimana jika kita secara materi dan skill minim? Tidak adakah yang bisa kita berikan? Tenang saja, jika tubuh kita sehat dan kuat. Kita bisa memanfaatkan potensi itu untuk membantu, seperti membantu mencari kontrakan unutk Maba, atau bahkan mengadakan pemungutan sumbangan jika ada teman yang sakit dan menyumbangkan darah atau mencarikan pendonor bagi rekan kita yang membutuhkan. Wah, pokoknya masih banyak deh...!!!!!
3. Selanjutnya adalah objek dakwah yang berhasil kita dekati, kita ajak untuk berpikir mengenai tema yang umum di masyarakat. Usahakan di masa-masa awal ini, kita tidak memaksakan pemahaman yang ada dalam benak kita kepada objek dakwah. Agar mereka tidak menganggap kita "diktator" yang aneh lalu kabur meninggalkan kita. Masukkanlah "pemahaman-pemahaman ringan" dan membuat mereka tertarik untuk memasuki lebih dalam, seperti moralitas, ibadah yang menentramkan hati, motivasi berprestasi dan lain-lain. Dalam tahap awal ini, kita akan berusaha untuk menyentuh akal dan nalarnya sebelum menyentuh hatinya.
4. Terakhir, kader dakwah harus konsisten dengan nilai-nilai keislaman dan menjadi figure yang patut dicontoh. Berusahalah berkerja karena Allah SWT. Bukan karena motivasi terselubung seperti ingin menarik minat seseorang ataupun dipuji, namun setelah tidak bersama kawan-kawan aktivis dakwah. Aktivitas pengajian dan sholat malah ditinggalkan. Karena jika objek dakwah mengetahui kebaikan kita hanyalah "topeng", maka dia akan berbalik dari kita. Syukur jika dia hanya membenci kita, tapi jika dia juga membenci Islam, maka kita juga berperan dalam "kesesatannya". Dan jujr saja, point terakhir ini, betul-betul menyodok ane sebagai seorang kader. (Mungkin inilah sumber kegagalan ane selama ini,.....T_T).
Selain Ustadz Sukoco, ada juga Ustadz Nur Irsan Finazli yang menyampaikan tema mengenai bagaimana caranya mengenali psiklogi calon pemimpin yang akan kita rekrut. Beliau menyampaikan bahwa cara untuk menilai psikologis kepemimpinan para calon aktivis dakwah adalah melalui psikotes dan interview. Seorang pemimpin dapat dinilai dari beberapa aspek yakni kecekatan, visi (niat), tipe kepemimpinan, dan skill problem solving.
Terakhir, penyampaian dilakukan oleh Ustadz Basuni. yang memberikan "wejangan" kepada kawan-kawan LDK mengenai bagaimana persiapan yang baik mengenai rekrutmen Mahasiswa Baru. Yakni menentukan target/visi perekrutan, target jumlah anggota baru yang harus terekrut, Tentukan strategi dan terakhir yang paling penting namun sering dilupakan adalah mengenai evaluasi efektivitas kegiatan perekrutan.
Demikianlah materi yang saya coba rangkum dari kegiatan yang berlangusng dari jam 10 pagi sampai jam 6 sore tersbut. Kegiatan ini juga diselingi oleh hiburan Nasyid dan nonton film "Sang Murobbi" dan beberapa film islami lainnya.
Hingga akhirnya, sampailah puncak acara yang ditunggu-tunggu. Yaitu Ifthor berjamaah yang penuh suasana kebersamaan. Seusai sholat Maghrib berjamaah, seluruh aktivispun kembali ke alam masing-masing...^^
Demikian tulisan sederhana ini ane persembahkan. Semoga bermanfaat................
Was-salamuaaykum warahmatullahi wa barakatuh...
Allahuakbar.......!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Kamis, 28 April 2011
Kamu mahasiswa atau bukan? (just for provocation)

Mahasiswa itu,suka mikir dan beraksi....
Yang bukan, sukanya tidur dan bermimpi.....
Mahasiswa itu ker
jaannya kuliah-rapat,kuliah rapat....
yang bukan, kerjaannya cuma kuliah-pulang, kuliah pulang...
Mahasiswa itu kalo nongkrong, ngomongin ilmu....
Yang bukan, kalo nongkrong, cuman ngitungin orang lewat....
Mahasiswa itu, suka jadi pelopor....
Yang bukan, cuman bisa jadi pengekor....
Mahasiswa itu, mentalnya kuat...
Yang bukan, diputusin pacar aja udah ga nafsu makan.....
Mahasiswa itu, mimpinya disertai startegi...
Yang bukan, mimpi kali yeee......
Mahasiswa itu, senang membantu....
Yang bukan, ga peduli atuh......
Mahasiswa itu, jika berkarya, bermanfaat bagi lingkungannya....
Yang bukan, minim aksi dan kalo berbuatpun, hanya bisa bikin onar dan bikin malu.....
Mahasiswa itu, kritis di dalam kampus, tapi menjaga nama baik almamater di luar kampus....
Yang bukan, di dalam diam, tapi di luar malah menjelekkan kampus.....
Mahasiswa emang beda.... Kalo ga beda, ya bukan mahasiswa namanya....

05.07
Rifan "The King" Syaiful





