Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Februari 2013

Public Speaking itu Ternyata Menakutkan


Berbicara dihadapan orang banyak? Sebetulnya bukanlah hal yang terlalu menarik bagi saya waktu dulu. Bahkan, berbicara dengan orang disebelah saya saja sering tidak berminat. Berbicara memang bukanlah hal yang saya sukai, kecuali dengan orang-orang terdekat saja saya sering dikenal suka banyak omong.


 Namun semua berubah saat memasuki dunia perguruan tinggi. Terlibat dalam kegiatan kemahasiswaan membuat saya mau tidak mau harus pintar berkomunikasi. Entah kenapa saya jadi lebih sering berbicara, bahkan karena dianggap cukup komunikatif, dalam beberapa kesempatan saya sering dipercaya oleh teman-teman untuk menjadi ketua panitia pelaksana hingga menjadi ketua organisasi dikampus. Nah, ternyata tantangan selanjutnya muncul, yakni saya dituntut untuk berani berbicara dihadapan orang yang lebih banyak.

Saya ingat, Saat pertama kali memimpin rapat, keringat dingin keluar dari tangan. Bahkan saya mencatat kata-kata yang harus saya ucapkan saat memimpin rapat, persis seorang khatib yang membaca khutbah di mimbar. Saat itu saya ditertawakan oleh teman-teman yang lain. Namun, meski malu saya ternyata ketagihan untuk bisa berbicara dihadapan orang banyak. Sejak saat itu saya selalu mengiyakan segala bentuk kesempatan untuk bisa melatih kemampuan berbicara saya. Mulai dari menjadi pembawa acara, moderator ,memberikan sambutan sampai membaca doa sekalipun. Lucunya saya sering sekali membuat kesalahan, seperti saat memeberikan sambutan pernah salah menyebut nama orang penting. Saat membaca doa, pernah tidak hafal doa yang dibaca. Ya, entah kenapa selalu saja ada kesalahan yang saya buat. Sampai-sampai muncul image bahwa jika saya diberikan kesempatan untuk berbicara pasti ada hal memalukan yang akan terjadi. Beberapa kali saya sering diremehkan oleh beberapa rekan jika saya mengajukan diri untuk menjadi pembicara.

Pengalaman lainnya yang tidak terlupakan adalah saat berbicara dihadapan 800 mahasiswa baru. Saat itu saya diminta untuk memberikan seminar motivasi. Ternyata meski sudah sering berlatih, kegugupan dan kesalahan masih saya lakukan. Saat memberikan seminar tersebut, saya nervous bukan main, terus saja berbicara dan enggan menatap wajah peserta. Mungkin karena inilah jumlah peserta terbesar yang pernah saya hadapi. Yang saya ingat waktu itu, saat materi dari saya berakhir, peserta terdiam. Sayapun langsung kabur meninggalkan acara dan mengambil air wudhu… malu!!! Hehe

Meskipun hingga saat ini belum menjadi pembicara publik yang baik dan masih takut jika harus berbicara dihadapan orang banyak. Tapi saya masih bertekad untuk terus menerus berlatih. Saya mengevalusi bahwa kesalahan-kesalahan yang dulu terus menerus berulang-ulang terjadi karena saya tidak belajar dari kesalahan tersebut. Kini saya selalu mencatat minimal 3 kekurangan saat saya berbicara dihadapan orang lain dan akan memperbaikinya dilain kesempatan.


Berbicara dihadapan orang banyak bagi saya hingga kini masih saja menakutkan, tapi entah kenapa saya selalu terus menerus mencoba untuk menjadi seorang pembicara publik. Mungkin nasehat seorang motivator yang hingga kini saya ingat, bahwa satu-satunya cara untuk mengalahkan ketakutan hanyalah dengan menghadapinya. Nah, ada yang tertarik menjadikan saya seorang pemateri??? hehehe

Selasa, 19 Juni 2012

25 Kesalahan Guru dalam Pembelajaran

Saya hanya ingin berbagi mengenai hal-hal yang saya dapatkan pada workshop penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMK Cahaya Insani Banjarbaru pada 20 Juni 2012. Apa itu KTSP?, KTSP adalah kurikulum terbaru yang menjadi panduan dala proses belajar mengajar, sebelum KTSP kita telah mengenal beberapa kurikulum lain seperti KBK dll (padahal banyak, tap yang saya ingat cuman KBK dan KTSP.. hihi).

Menurut Bapak H. Syarbinie (Tim LPMP Kalsel), pengajar yang tidak menyusun kurikulum, sama seperti tidak mengajar. Karena kurikulum adalah rencana pengajaran yang sangat berguna bagi guru dan siswa untuk menjalani proses pembelajaran. Ada beberapa hal yang harus ada dalam kurikulum, yaitu tujuan pembelajaran, materi yang akan disampaikan, metode panyempaian, evaluasi dan yang terakhir analisa hasil evaluasi.

Ok... mungkin itu yang bisa sampaikan mengenai materi Kurikulum yang saya dapatkan tadi (berhubung mungkin itu juga yang bisa saya ingat). Eits... Tapi jangan kemana-mana dulu, karena ada hal menarik lagi yang harus saya sampaikan. Materi ini disampaikan oleh Bapak Edy Y. Pribadi dari Dinas Pendidikan Banjarbaru yang memaparkan 25 Kesalahan seorang guru dalam pembelajaran. Sadar atau tidak sadar, hal ini wajib dihindari oleh para guru agar tidak "mencederai" proses belajar dan tentunya tidak memberikan pengaruh buruk bagi siswa. Berikut 25 hal tersebut :
  1. Duduk di atas meja sewaktu proses pembelajaran.
  2. Sambil merokok saat mengajar.
  3. Makan saat mengajar.
  4. Bermain Hp atau Online saat mengajar.
  5. Tertidur. Meski jarang terjadi, tapi ternyata hal ini pernah dialami juga. Biasanya jika sang Guru hanya menyuruh siswanya membaca buku pelajaran saat pelajaran berlangsung (monoton).
  6. Menganggap diri paling pintar. Banyak yang bilang jika Doktor atau professor itu karena saking pintarnya sehingga membuat banyak mahasiswa tidak mengerti apa yang disampaikan kepada mereka. Seorang Guru tidak bisa menjadi seperti itu, Guru memiliki kewajiban untuk tidak hanya memintarkan diri sendiri tapi juga siswa-siswanya, sehingga kerendahan hati dan mampu menghargai kecerdasan dan potensi murid-muridnya adalah kunci seorang guru yang hebat.
  7. Monoton dalam menyampaikan materi. Indikasinya jika ada siswa yang tertidur saat jam pelajaran berlangsung.
  8. Tidak disiplin. Tepat waktu mungkin menjadi hal yang berat bagi orang Indonesia, ya hal ini semakin  parah jika sikap tidak disiplin ini dicontohkan oleh para Guru.
  9. Bolos.
  10. Komunikasi tidak efektif.
  11. Berpakaian tidak rapi. Kini guru tidak lagi identik dengan sepeda butut, baju lusuh. Tampil rapi apalagi bagi guru yang mempunyai keadaan ekonomi yang baik adalah hal wajib.
  12. Tidak melakukan evaluasi. Hal yang unik pernah terjadi, saat seorang guru ternyata memeberikan nilai kepada siswa yang sudah meninggal dunia, mengindikasikan jika guru tersebut tidak melakukan evaluasi saat pemberian nilai, tapi dari hasil abrakadabra.....
  13. Membiarkan menyontek.
  14. Membocorkan jawaban ujian. No 13 dan 14 tentu saja akan menyemarakkan generasi koruptor di negeri ini. Jika kita para guru sepakat bahwa tujuan utama pendidikan bukanlah nilai (terutama SMK yang mengutamakan kompetensi). Maka sudah seharusnya pengembangan kreativitas dan potensi anak yang menjadi agenda utama, bukan membiarkan jalan-jalan pintas yang akan merusak masa depan mereka yang dilestarikan.
  15.  Mengubah perolehan nilai. Jangan mengurangi dan melebihkan, objektif saja sesuai kemampuan anak.
  16. Memberikan soal yang tidak diajarkan. Jangan membuat stress dan depresi anak-anak dengan memberikan soal ujian yang tidak pernah mereka sentuh.
  17. Menanamkan permusuhan dan kebencian. Hal yang paling indah saat menjadi guru, adalah saat kita mampu menanamkan sikap saling menghormati, menghargai dan cinta pada setiap generasi muda. Amal Jariyah cui.....
  18. Mengajarkan pornografi.
  19. Melakukan pelecehan seksual. Ini mah Naudzubillah, kita para guru itu dipercaya. Jangan membalasnya dengan melakukan hal-hal seperti nomor 18 dan 19.
  20. Tidak perduli terhadap presensi siswa.
  21. Diskriminatif. Semua murid itu adalah sama derajatnya di mata kita.
  22. Tidak memperhatikan perbedaan individual. Potensi, kekurangan dan kelebihan. Harus dengan jeli dipantau.
  23. Gaptek. Saat ini, murid dengan mudah sekali menjadi lebih pintar dari guru karena kemajuan teknologi. Sehingga tentu saja  para guru tidak boleh ketinggalan, apalagi teknologi dapat mempermudah guru dalam mempersiapkan bahan, mempermudah penyampaian dan tentu saja dengan hasil yang lebih maksimal. Persiapkanlah setiap generasi sesuai dengan zamannya.
  24. Mismatch. Disinilah pentingnya kurikullum.
  25. Lupa membaca dan belajar. Dari semua kesalahan-kesalahan di atas, kesalahan terakhir ini adalah yang paling parah. Jika seorang guru saja malas belajar, bagaimana mungkin dia bisa menciptakan generasi terbaik?. Bukankah perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri?
Saya sendiri tidak memiliki Background pendidikan seorang guru, tapi saat diberikan kesempatan memasuki dunia mengajar. Ternyata sangat menarik dan saya menyadari menjadi seorang guru adalah passion yang saya impikan. Meski masih harus belajar dan memperbaiki sana-sini (daftar25 di atas masih ada yang masih saya lakukan).

Pelatihan ini berlangsung hingga hari Jum'at (23 Juni 2012), semoga masih banyak hal menarik yang bisa saya sampaikan lagi melalui catatan blog ini. Bersama-sama kita menjadi pribadi yang layak untuk dipercaya dan diteladani, bagaimanapun juga beban untuk melahirkan generasi yang lebih baik sudah kita pikul. Maka mari berkerja dengan keras, ikhlas dan cerdas.

Jadilah guru dalam setiap kehidupanmu, karena guru akan berusaha memperbaiki dirinya agar layak untuk digugu dan ditiru. Akan terus rendah hati dan menghargai orang lain, karena guru tidak inign menjadi lilin yang mudah padam , melainkan pelita yang terang benderang.... (aduuh... bener gak sih nih kata-kata terakhir..hihi)

Kita (Tidak) Perlu Dunia

Apakah anda setuju, jika kita sebenarnya tidak memerlukan kuliah, pekerjaan, jodoh, kekayaan, kesehatan, kesuksesan dan hal-hal lainnya yang selama ini kita pikir sangat kita perlukan. "Saya menganggap semua itu TIDAK PENTING!!!". Ya, semua itu menjadi tidak penting jika hal-hal duniawi itu membuat kita lupa akan tujuan hidup sebenarnya. Bukankah Allah menciptkan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya???. Percuma kuliah jika kita enggan memperdalam ilmu agama, percuma berkerja jika membuat kita lupa untuk sholat, percuma mendapatkan jodoh idaman jika kita tidak semakin mencintai Allah dan Rasul-Nya, percuma kaya jika kita tidak semakin gila sedekah, percuma sehat dan sukses jika kita malah selalu upa untuk bersyukur.

Lalu, bagaimana mungkin kita bisa hidup di dunia dan melupakan hal-hal diatas? Tidak mungkin bukan? bukankah dunia itu adalah ladang, bukankah agama memperintahkan kita untuk sukses dunia dan akherat. Jawabannya adalah KESEIMBANGAN dan PRIORITAS!!!. Dunia tidak bisa lebih banyak daripada aktivitas akherat, dan selalu diingat bahwa prioritas kita adalah untuk akherat. Serta yang harus diistiqomahkan adalah keyakinan bahwa semua urusan dunia akan dijamin oleh Allah SWT. Simak ayat berikut ini :

"“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (beristiqamah), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan memberi kabar gembira): “Janganlah kamu merasa takut dan bersedih hati; dan bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah penolong-penolongmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) apa yang kamu minta”. Sebagai hidangan (balasan yang kekal bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Fushilat: 30-32).

Betapa banyak manusia yang didunia ini yang hidup dengan penghasilan seadanya, tapi mereka hidup bahagia dan berkecukupan. Tapi juga banyak manusia yang memiliki penghasilan Milyaran, tapi itu tidak membuat mereka cukup dan bahagia. Sehingga membuat mereka hidup serakah dan resah. Bukti jika jaminan kebahagiaan itu diluar kuassa kita, melainkan datang dari-Nya.

Mulailah hari ini dengan melihat ke atas untuk urusan akherat dan melihat ke bawah untuk urusan dunia. Semoga kita semua dapat menjadi manfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia dan terus menerus memeluk Ridho-Nya baik saat sukses maupun saat gagal.


Jumat, 01 Juni 2012

Mission Possible 4 : Menjadi pribadi yang diperlukan

Hal yang lebih berbahaya dari Kemungkaran
 
Sugen Santoso seorang Motivator pernah melakukan ujicoba dengan menggunakan 3 sampel nasi. ketiga nasi tersebut diletakkan dalam 3 gelas kaca berbeda.

Nasi dalam gelas kaca pertama "dibubuhi" dengan aneka hujatan dan kata-kata kotor. Nasi dalam gelas kaca kedua dibubuhi dengan pujian dan doa positif. Sementara nasi dalam gelas ketiga diacuhkan.

Setelah dibiarkan selama 1 minggu ketiga nasi tersebut basi. Namun terdapat perbedaan diantara ketiganya. Nasi yang dibubuhi dengan kata-kata negatif cenderung membusuk, berwarna agak gelap dan beraroma tak sedap. Sementara nasi yang dibubuhi dengan kata-kata positif serta doa juga menjadi basi, namun warnanya cenderung tetap menarik, aromanya pun relatif harum dibandingkan dengan nasi yang lain. Nasib nasi yang diacuhkan paling parah, nasi ini paling busuk, warnanya hitam dan baunya sangat menusuk.

Percobaan di atas mengandung pesan jika pribadi yang selalu diliputi keluhan dan umpatan hanya akan menggiring pribadi tersebut semakin negatif. Sementara pribadi yg diliputi hawa positif juga akan memiliki nasib yang lebih baik. Yang paling malang tentu saja pribadi yang hidup di lingkungan yang acuh tak acuh.

Tidak hanya mempengaruhi individu, bahkan mungkin nasib suatu bangsa. Bayangkan jika negeri ini dipenuhi oleh orang-orang yang tidak perduli lagi dengan masalah narkoba dan seks bebas di kalangan remaja, pengangguran terdidik yang semakin meningkat, korupsi yang merajalela dll. Bisa jadi nasib bangsa ini tak akan jauh berbeda dengan nasib nasi di gelas kaca ketiga. Basi, busuk, hitam, dan bau menyengat... Innalillah....

Jika memang tidak bisa merubah dengan tangan maupun lisan, bukankah masih ada hati, meski itu adalah sekecil-kecilnya iman.


Pribadi yang perduli = Melayani sesama bukan dilayani
Kita akan kehabisan waktu dan energi dengan berharap jika negeri ini akan diisi oleh orang-orang yang perduli terhadap masalah-masalah yang terjadi. Lebih-lebih jika kita mengharapkan akan ada lingkungan yang pernuh dengan keperdulian antar sesama bisa terwujud sendiri. Berhentilah berharap, dan ciptakan saja!!!!

Manusia yang perduli memang sedikit, tapi yang butuh keperdulian sangatlah banyak. Maka itu adalah tugas kita untuk mengemban tugas tersebut!!!!, Menjadi cahaya dalam kegelapan......

Hingga salah satu kunci untuk menggapai masa depan pribadi, bangsa dan umat yang lebih baik. Tidak lain dan tidaklah bukan dengan menjadi pribadi yang perduli, mau melayani sesama, menjadi manfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia. Inilah pribadi yang diperlukan oleh bangsa ini, pribadi yang perduli, akan lebih baik lagi jika dengan aksi......

Kamis, 17 Mei 2012

Mission Possible 3 : Sukses Cuman Modal Berani

Terisnpirasi dari motivasi singkat Ippho Santosa di sebuah acara televisi....

Anda tau, jika otak kanan mampu berkerja lebih cepat dari otak kiri??? bahkan bisa 1000 kali lebih cepat???.
Teori di atas banyak dibuktikan dengan fakta bahwa orang-orang sukses di dunia, kebanyakan memang bukan berasal dari mereka dengan prestasi otak kiri (perspektif saya adalah akademik) yang mampu sukses di dunia nyata. Sebut saja Bill Gates, Mark Zuckenberg, Steve Jobs (alm.) dan masih banyak lagi adalah contoh nyata dimana intuisi mampu menjadi faktor utama mereka mampu bertengger dengan label orang-orang terkaya di dunia. Sehingga kini pendidikan modern, terutama di dunia barat mulai mengarahkan peserta didiknya untuk tidak hanya mengasah otak kiri namun juga harus memaksimalkan otak kanan.

Bagaimana dengan Indonesia sendiri?, harus kita akui negara kita hingga saat ini masih belum mempunyai tujuan kesana. Di sekolah, hampir 70 % bahkan hingga 90 % para pelajar disuguhi teori guna mengasah otak kiri. Otak kanan???, hanya mereka yang sadar saja, yang mau mengasahnya. Hingga pada akhirnya, di Indonesia. Kita boleh banyak memiliki orang-orang cerdas, tapi untuk menjadi orang kaya masih sedikit dan memakan waktu yang lama. Tidak di sadari, "lambatnya" orang-orang Indonesia untuk menjadi orang sukses, membuat pertumbuhan eknomi bangsa inipun menjadi terhambat. Ya, intuisi yang kurang untuk melakukan inovasi karena dijejali berbagai macam teori menjadikan bangsa ini berjalan stagnan bahkan mulai tertinggal dari Malaysia dan Singapura.

Lalu, apa solusinya????, latihlah intuisi....
Bagaimana????
Ya harus Berani!!!!, tapi berani melakukan hal-hal positif yang enggan dilakukan orang lain....

Bukan berani main keroyokan, tawuran, nyontek massal....
Tapi berani yang gentlemen ato yang anggun....
Seperti berani melamar gadis yang kita idam-idamkan di tengah takutnya anak-anak muda untuk menikah dini.... (pacaran-mendekati zina- aja berani, so kenapa ngelakuin perintah agama enggan???)
Berani membuka usaha semuda mungkin, dimana banyak anak-anak muda yang masih minta sama orang tua..... (Monyet aja bisa nyari duit, masak masih muda+ manusia lagi, kagak bisa) 

Intuisi akan melahirkan inovasi, dan dengan inovasilah kita bisa meletakkan dunia dalam genggaman....
Mulai dari diri sendiri, dan inspirasi orang lain sebanyak-banyaknya...... 

Mission Possible 2 : From Losers To Be Heroes

Saya beranggapan bahwa manusia memiliki 4 level kehidupan yang sering disebut sebagai Kuadran. Kuadran paling tinggi adalah kuadran pertama yaitu level heroes dimana dia sanggup menggenggam dunia di tangannya dan hatinya dipenuhi mengenai permasalahan kepentingan orang banyak dan kehidupan di masa datang (dalam keyakinan saya yaitu menjadi rahmatan lil alamin dan kehidupan akherat).

Sementara level kedua, yaitu orang-orang yang menggenggam dunia di tangannya, tapi tidak memikirikan kepentingan orang banyak maupun efek di masa depan. Dan level ketiga adalah mereka yang mempunyai kepedulian terhadap orang lain dan masa depan, tapi tidak punya modal dunia untuk mewujudkannya. Dan level terakhir, merupakan level terburuk yang mendapat predikat Losers, yaitu mereka yang tidak memiliki mdal maupun kepedulian serta impian.

Pada kenyataannya,40 % dari 6 Miliar manusia di Bumi ini yang masuk ke Kuadran 4, 40 %  juga berada di level 3, dan hanya 10 % di level 2 serta 10 % ada di level pertama. Ya, bumi ini memang di dominasi oleh golongan-golongan level 4 dan 3. Namun kini, sudah mulai banyak migrasi-migrasi yang terjadi di mana golongan-golongan yang dianggap sebagai golongan level 4 dan 3 mulai menuju level 2, namun belum mencapai level 1. Contohnya adalah China dan India, yang semula disejajarkan dengan Indonesia karena kekumuhan dan kepadatan penduduknya kini mulai menancapkan taringnya di bidang ilmu pengetahuan (dunia) tapi hanya bersifat jangka pendek.

Nah, lalu dimana Indonesia??? Kita bisa menilai sendiri dimanakah posisi kita dalam kuadran tersebut.  Punyakah kita modal untuk mengelola sumber daya alam sendiri??? punyakah kita impian untuk anak cucu kita kelak di masa depan jika sumber daya kita habis????. Nah, kira-kira kita ada di level dimana???

Ok, saya tidak mengajak kita semua untuk pesimis. namun sebaliknya kita harus melakukan Quantum Quadran Changging yang harus dimulai dari diri sendiri. Ya, Optimistis merupakan syarat utama untuk menggerakkan kita semua menuju level ketiga.

Untuk menuju level kedua, maka kita haruslah memiliki modal yaitu ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang lebih dari sekedar gelar, melainkan ilmu yang kita pelajari, kita praktekkan, dan kita ajarkan kepada orang banyak tanpa ada batasan-batasan. Itulah ilmu pengetahuan yang akan membawa kita berada di level 2.

Nah, bagaimana caranya agar kita berada di level 1???, tentu saja ilmu pengetahuan harus diseimbangkan dengan optimistis yang kita miliki. Bahwa usaha yang kita lakukan saat ini bukan hanya untuk beberapa tahun ke depan saja, tapi juga untuk ribuan tahun bahkan jutaan tahun berikutnya. Tidak hanya untuk bangsa kita, tapi juga bagi bangsa-bangsai di Afirka yang kelaparan, bangsa Palestina yang dijajah, yaitu bagi seluruh umat manusia. Itulah level Heroes.....

Mari mulai saat ini, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang paling mudah....
1. Buatlah impian yang simpel yang bisa kita wujudkan . Misal : Menambah teman baru, usahakan impian itu berbeda-beda. Misal saja impian yang ditargetkan terwujud satu kali per bulan.
2. 1 hari belajar, 1 hari praktek, 1 hari ajarkan. Bayangkan dalam 1 minggu ada 2 ilmu yang akan kita pelajari, praktekkan dan diiajarkan. dalam 1 bulan ada 8 ilmu, dalam 1 tahun ada 86 ilmu... Wow!!!
3. Jika kita mendapatkan materi, usahakan 10 % untuk kita. 45 % untuk orang-orang yang sudah membantu kita, dan 45 % bagi mereka yang belum pernah berjasa pada kita. Jika terlalu berat cukup 50% untuk kita dan sisanya untuk dua kelompok tadi.

Selasa, 15 Mei 2012

Mission Possible 1 : Kill Desperate Virus!!!


Seberapa kroniskah virus “Pesimistis” menggerogoti diri kita?, apakah kini impian-impian anda berupa karier yang cemerlang, jodoh impian dan lainnya sudah terkubur dalam-dalam dan anda enggan menggalinya?. Dunia terasa sempit, dan waktu seakan-akan berjalan sangat cepat?.

Jangan berputus asa terlebih dahulu, selama kita masih bernafas. Maka wajib bagi kita untuk terus-menerus berusaha. Hanya saja ibarat sebuah computer, Operating System jiwa kita harus dilakukan install ulang, karena sudah dipenuhi dengan virus-virus pesimis, kegagalan, putus asa dan lain-lain. Ini karena kita tidak memiliki Firewwall yang kuat untuk melindungi komponen-komponen yang ada di dalam. Sehingga lama kelamaan, akhirnya diri kita semakin lambat untuk merespon keinginan dunia luar yang dari-hari menuntut lebih kepada kita. Nah, selama virus ini baru mencapai system software, belum merusak system hardware yang biasanya menyebabkan pada computer mati total dan pada manusia yaitu deresi, stress yang akhirnya berakhir di RSJ atau bahkan dengan bunuh diri. Mari kita selamatkan diri kita, ingatlah bahwa diri kita adalah produk dari Tuhan, teknologi yang jauh lebih canggih dari computer tercanggih di dunia.

Berikut adalah beberapa komponen yang harus saya dan anda install untuk “membersihkan” jiwa kita dari virus “putus asa”.
1.      Impian meninggalkan keburukan dan mengerjakan Kebaikan
Kaya Raya, Pendamping cantik, gelar bergengsi dan lain-lainnya. Itu adalah mimpi-mimpi saya yang pernah membuat saya betul-betul bersemangat untuk menjalani hidup. Namun ternyata impian-impian itu tidak mebuat saya untuk berfokus mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan. Bahkan saya sempat kehilangan arah.
Kini saya sadar, saya sudah terlalu jauh meninggalkan Tuhan. Sudah berapa banyak ibadah wajib yang saya tinggalkan dan keburukan yang sudah saya kerjakan. Maka Tuhanpun tidak memberikan kesuksesan dan kebahagiaan pad saya, melainkan hanya keputusa asaan karena kelelahan. Maka saya menarik kesimpulan kita, apapun impian kita. Harus kita koreksi dengan melihat apakah impian itu membuat kita semakin dekat dengan Tuhan ataukah tidak.
2.      Impian untuk bermanfaat bagi orang lain
Sukses adalah untuk kita sendiri???, lalu lihatlah bagaimana dunia akan bahu-membahu untuk membuatmu melepaskan impianmu. Jika selama ini kita termotivasi untuk menambah kenalan minimal satu orang setiap hari, maka gantilah motivasi anda dengan berniat membantu minimal satu orang setiap harinya. Satu orang yang pernah membantu kita, dan satu orang lagi adalah orang-orang yang belum pernah membantu kita.
3.      Sabar, kunci para The Winners
Tidak sabar, tergesa-gesa, ingin instan. Itulah ciri-ciri para pecundang sehingga menjadikan mereka putus asa. Hidup dan berusahalah dengan tenang, rileks, santai tapi serius seolah-olah kita akan hidup selamanya.

“Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat.” (Al Hijr:56)

Minggu, 15 April 2012

The Eye Secret


Ada berapa gerakan sih yang bisa dilakukan oleh bola mata kita???, Tatapan ke atas, tatapan lurus ke depan, tatapan ke bawah, tatapan ke kanan, tatapan ke kiri dan yang terakhir adalah bola mata berputar-putar. Hmmmm, berarti ada total enam gerakan bola mata yaaa…. Sepakat???.
Nah, ternyata dari seluruh gerakan bola mata ini mengandung rahasia looo, ini yang namanya “rahasia Allah” yang dititipkan-Nya dalam struktur anatomi manusia (hikmah). Jika kita bisa menguasai hikmah ini, insyaallah akan membuat kita menjadi seorang komunikator ulung.
Ya, ketika kita berkmunikasi dengan orang lain, terutama dengan orang yang baru kita kenal. Kita kerap kesulitan menentukan topik pembicaraan, tak jarang pembicaraan kita tidak pernah dihiraukan hanya karena orang lain tidak tertarik dengan apa yang kita sampaikan, meski yang kita omongin itu adalah kebaikan dan kebenaran…^^
Maka disinilah, yang kerap diingatkan oleh para ahli agar kita harus melakukan kontak mata dengan lawan bicara. Saat kita menyapa orang lain, maka berusahalah untuk menatap matanya dengan baik, dan juga jangan terlalu berlebihan sehingga seperti orang melotot. Nanti orang-orang malah kabur.. hehe, tataplah dengan tatapan mata sendu (cieee….)
Dari tatapan mata inilah, kita kemudian bisa menentukan gaya bicara yang sesuai dengan gaya lawan bicara. Buatlah lawan bicara untuk berpikir sejenak dengan mengajukan sebuah pertanyaan. Tapi jangan nanyain soal-soal fisika yah, ntar dia pingsan lagi…hihi. Misal coba anda Tanya “ “Bagaimana pendapat anda tentang acara ini??” (Ceritanye kenalan pas acara seminar gitu, tanyanya flexible aja ya sesuain sama kondisi).
Lalu apa???, nah, saat lawan bicara berpikir lihatlah gerakan bola matanya. Kemampuan observasi yang baik sangat diperlukan disini. Agar anda tidak salah lihat sehingga kemudian salah tafsir. Ada 3 kepribadian yang bisa dilihat dari 3 gerakan mata manusia, yaitu… Cekibroooot :
a.       Tatapan mata ke atas
Ini adalah jenis orang visual, artinya orang yang tertarik dengan segala hal yang bisa dilihat. Kalo anda adalah orang yang rupawan, mungkin akan mudah untuk membuat orang-orang jenis ini tertarik. Tapi jika tidak, bisa menggunakan berbagai fasilitas pembantu, missal pakaian yang rapi dan bersih, memperlihatkan kartu nama, atau kalo perlu ditunjang kemampuan sulap…(*o*). Pada intinya saat berbicara, anda harus mempunyai alat peraga yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan orang-orang jenis ini. Apapun itu, gunakan saja kemampuan anda untuk memanfaatkan benda-benda disekitar anda.
b.      Tatapan lurus ke depan
Manusia jenis audotorial, yang artinya sangat menyukai lawan bicara yang mempunyai suara bagus, mampu mengatur nada dan tempo bicara. Ya, suara kita adalah kata kunci agar sukses berkomunikasi dengan orang-orang tipe audiotorial. Jika anda punya kemampuan menyanyi, membaca puisi atau pantun hampir pasti anda akan sukses menarik perhatian mereka. Berbicaralah dengan nada yang berwibawa dan bahasa yang mudah dimengerti dengan mereka.
c.       Tatapan mata ke bawah
Tipe Sakistik, jenis ini hanya bisa dikuasai dengan hal-hal menyentuh. Akan lebih baik jika kita berbicara dengan berdekatan dengan mereka, merangkul, membelai, berpegangan tangan. Tapi itu hanya jika kita cukup dengan orang-orang itu dan tentu saja harus yang sudah mhrim (yang engga muhrim haram yaaa). Nah, jika kita belum halal menyentuh lawan bicara jenis ini, bisa kita ajak bicara mengenai hal-hal yang menyentuh hati.
d.      Lalu yang ngelirik ke kanan???
Ini adalah orang-orang yang sangat suka membicarakan masa depan, optimis, cita-cita. Tatapan ke kanan adalah sinyal untuk mengaktifkan otak kanan yang merupakan letak imajinansi.
e.       Kalo yang ngelirik ke kiri???
Anda bisa membuka pembicaraan dengan menanyakan dari mana asalnya, tipe ini adalah jenis yang sangat suka membicarakan masa lalu. Tatapan ke kiri mengaktifkan memori masa lalu yang ada di otak kiri.

Oh iya, untuk yang tipe D dan E. Kita bisa juga mengetahui apakah seseorang itu berbohong looo. Nah, missal kita menanyakan seseorang tentang masa depannya, tapi saat menjawab, matanya malah melirik ke kiri (padahal tatapan ke kiri untuk mengaktifkan memori masa lalu). Atau sebaliknya, jika kita menanyakan masa lalu dan saat menjawab matanya malah menatap ke kanan. Maka bisa dipastikan lawan bicara kita sedang berbicara tidak jujur.
f.       Untuk yang berputar-putar
Tak panjjang lebar, itu berarti dia sedang mabuk atau pusing…. hihi
Ok, demikian sedikit “rahasia mata” yang bisa saya share. Semoga ke depannya bisa ada lagi hikmah tubuh manusia dan kehidpuan ini yang bisa saya pelajari dan bisa saya bagikan lagi…^^  Semoga manfaat

Rabu, 14 Maret 2012

"Katakan yang Benar Meski Pahit " : Rasakan yang pahit, berikan yang manis


Sore yang cerah pada hari senin, 12 Maret 2012. Alhamdullillah dipermudah untuk duduk di dalam majelis bedah buku "Dalam dekapan Ukhuwah" yang ditulis juga sekalian disampaikan oleh Salim A. Fillah.

"Iman adalah hubungan, hubungan harus dengan iman,iman dan hubungan harus dijaga dengan ikhtiar". Ungkap beliau menjelaskan hubungan antara Iman deengan hubungan antar sesama manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari, seorang muslim diwajibkan untuk menjaga ukhuwah sebagai bentuk dari keimanannya. Bahkan bagi seorang da'i, berdakwah dengan cara hikmah atau mengatakan yang baik jauh lebih utama daripada berdakwah dengan cara menyampaikan yang benar, apalagi hingga berdebat. Karena akan sangat rentan menyakiti perasaan orang lain bahkan memperburuk ikatan ukhuwah.

Ane pun coba merenung, mengenai beberapa kesalahan, dimana ane kerap menyakiti perasaan orang lain dengan alasan dakwah. Bahkan mungkin sampai-sampai membawa hadits yang berbunyi "Katakan yang benar meskipun pahit". Padahal menurut Salim A. Fillah, orang-orang yang membawa-bawa hadits ini untuk melukai perasaan orang lain dengan alasan kebenaran, belumlah melihat hadits secara keseluruhan. Beliau lalu menceritakan riwayat munculnya hadits ini....

"Suatu hari ada seorang pedagang yang datang kepada Rasulullah, dia mengaku ditipu oleh seorang pedagang lainnya sehingga barang-barang yang sudah dibelinya ternyata sudah rusak dan tidak layak jual. Sementara penipu itu tidak terlihat lagi batang hidungnya. Maka bolehkah aku(pedagang yang tertipu) juga berlaku selayaknya penipu tadi, dengan menyembunyikan kerusakan barangnya pada orang lain sehingga uang kerugianku bisa kembali?. Rasulullah lalu menjawab,Katakanlah yang benar meskipun itu pahit".(Abu Dzar Radhiallahu anhu)

Menurut Salim A. Fillah, katakanlah yang benar meskipun pahit itu ditujukan kepada pembicara, baik yang benar maupun yang pahitnya. Bukan malah memberikan yang pahit pada orang lain, meskipun kita berkata benar.

Ada sebuah cerita yang menarik yang pernah saya dengar. Tentang kisah seorang pemuda bernama Bidin, Bidin adalah pemuda asal kota Martapura yang sangat baik. Cita-citanya sederhana, memberikan bantuan bagi orang-orang disekelilingnya. Hanya saja sayang, dalam prakteknya 1 kebaikan yang dilaksanakan Bidin selalu mengundang 2 bencana bagi orang lain. Mungkin Bidin kurang beruntung.

Hingga akhirnya, pada suatu hari Bidin melihat ada seorang Ibu-ibu yang ingin pergi ke pasar Martapura, kerepotan menyetop taxi di pinggir jalan. Dengan polosnya, Bidin menghampiri ibu tersebut dan yang pastinya menawarkan sebuah bantuan.

"Ibu, saya bantu menyetop taxi nya ya...", tanpa ba-bi-bu Bidin seakan-akan bisa membaca pikiran ibu tersebut. Si Ibu yang terkaget-kaget dengan kehadiran sosok aneh disampingnya, tanpa sempat mengiyakan permohonan izin Bidin, hanya bisa melongo melihat Bidin yang dengan gagah beraninya melompat ke tengah jalan yang sedang ramai dilalui oleh kendaraan bermotor.

Akhirnya, seketika itu pula. Sebuah mobil yang melaju kencang dan hampir saja menabrak Bidin, namun karena supirnya adalah mantan atlet bola, sehingga dengan gesit kakinya bisa menginjak rem sekuat tenaga dan berhasil mengehentikan mobilnya. Tapi malang, dibelakang masih ada sekitar 15 motor dan 7 mobil yang sayangnya kaki-kaki mereka tak segesit supir mobil paling depan. Sehingga, hari itu terjadilah tabrakan beruntun terbesar yang pernah terjadi di Kabupaten Banjar. "Ibu, silahkan lewat..". Bidin mempersilahkan si Ibu tadi yang sebenarnya sudah pingsan tak sadarkan diri. Beruntunglah, hari itu tidak ada korban jiwa yang gugur.

Mengetahui kejadian naas ini, membuat marah Pak RT di kampung Bidin. Pak RT menghampiri Bidin yang wajahnya masih ceria meski baru saja datang setelah ditahan di kantor polisi selama 3 hari.
"Bidin.., mulai detik ini, kapanpun, dimanapun, kepada siapapun, jangan sekali-kali kamu membantu orang lain!!!", tegas Pak RT.

"Tap..tapi...". Mata Bidin berkaca-kaca mengetahui hobbynya selama ini harus menjadi barang haram oleh Pak RT.

"Tidak ada, tapi-tapian!!!, pokoknya kapanpun, dimanapun, kepada siapapun, jangan sekali-kali kamu bantu orang lain. Titik!!!!!!!!". Pak RT sampai menunjuk-nunjuk dengan jempolnya ke muka Bidin.

Bidin terdiam, Pak RT pulang. "Apa lagi gunanya hidupku?", Bidin membatin.

Bidin duduk di musholla kampung. Merenungi nasibnya, tak tahu lagi dia harus berbuat apa.

Somad, mahasiswa yang berprofesi sebagai marbot (penjaga) musholla sedari tadi memperhatikan sikap Bidin. Tidak biasanya, sosok Bidin tak ceria.

"Bidin, ada apa? kok cemberut?", tanya Somad. Bidin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tidak mungkin tidak ada apa-apa. Kau biasanya ceria, pasti ada masalah kan? Ceritakanlah padaku, mungkin bisa kita cari solusinya". Somad berusaha merayu Bidin.

Bidin lalu menatap Somad, lalu beberapa saat dengan sesenggukan dia bercerita bahwa Pak RT telah melarangnya untuk membantu orang lain, kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun.

Somad langsung berdiri, "Siapa yang berhak melarang seseorang untuk melakukan kebaikan?, Bidin, kau boleh membantu aku di Musholla ini. Janganlah bersedih, kau tetap bisa melakukan hobbymu". Somad berkacak pinggang seakan-akan seperti pahlawan bertopeng.

Bidin langsung mengusap air matanya, wajahnya kembali berubah ceria. "Betulkah Somad?, lalu apa yang bisa aku bantu kerjakan disini???. Bidin sudah tidak sabar.

"Kau bisa membantu aku mengepel musholla".

Bidin yang memang baik, langsung mengerjakan permintaan Somad tersebut. Bahkan mungkin karena super baik, tidak hanya lantai yang dia pel. Tapi juga sajadah-sajadah, lalu kipas angin dan lampu musholla yang sedang menyala serta tentu saja peralatan sound system musholla. Akhirnya semuanya pun bersih dan basah ditambah konslet untuk alat-alat lsitrik.

Somad yang melihat kejadian ini, hanya bisa menarik nafas panjang. Hari ini terpaksa dia adzan dengan berteriak lebih nyaring agar warga satu kampung mendengar. Pak RT tentu saja, kembali datang menghampiri Bidin.

" Bidiiin, apa yang ku bilang... Kau jangan membantu siapapun, kapanpun dan dimanapun. Lihat sekarang, kau selalu saja membuat susah orang lain". Bidin hanya terdiam.
"Bidin, tatap mata saya". Pak RT mengangkat dagu Bidin yang tertunduk.
"Mulai saat ini, berjanjilah. Kau tidak akan membantu siapapun , kapanpun, dimanapun. Berjanjilah!!". Perintah Pak RT.
Bidin terdiam sejenak, lalu berkata." Iya pak RT, saya berjanji tidak akan membantu siapapun, kapanpun dan dimanapun mulai saat ini". Suara Bidin bergetar.

Akhirnya, Bidin kembali duduk termenung di Musholla. Hatinya sedikit tenang, karena sudah sholat Isya. Hingga tak lama, terdengar suara keras dari belakang musholla. "Byuuuuur", seperti ada orang tercebur. Bidin terkesiap, ada apa gerangan???, hendak Bidin menghampiri sumber bunyi itu, tapi dia sudah berjanji pada pak RT untuk tidak lagi membantu orang lain, kapanpun, dimanapun,kepada siapapun.

Namun, kembali tidak lama, ada suara orang yang minta tolong. Suaranya bergaung, seakan-akan datang dari sumur. Sudah pasti ada yang tercebur ke dalam sumur, pikir Bidin dalam hati. Bidin masih enggan melangkah, dia sudah berjanji. Bidin hanya berharap ada orang lain yang bisa mendengar selain dirinya.

Karena panasaran, akhirnya Bidin mau melangkahkan kakinya ke arah suara itu. Meski berat, karena kakinya ada beban janji pada Pak RT.

Saat melongok ke dalam sumur, betapa terkejutnya Bidin setelah mengetahui orang yang tercebur itu adalah Pak RT. Sedangkan Pak RT senang bukan kepalang setelah melihat wajah Bidin.

"Bidiiin...", seru pak RT
"Pak Rteeee....", sahut Bidin
"Bidiiin...", seru pak RT lagi
"Pak Rteeee....", sahut Bidin lagi

"Bidin, tolonglah akuu....", pinta Pak RT
"Tidak bisa pak....", jawab Bidin dengan wajah lesu
"Kenapa...???", tanya pak RT
"Karena...", sahut Bidin
"Kenapa...???", tanya pak RT lagi
"Karena...", sahut Bidin lagi. Kok di ulang-ulang terus, keluh Pak RT dalam hati

"Tolonglah Bidin, aku sudah kedinginan di bawah sini...", Pak RT memelas
"Tidak bisa pak, saya sudah janji untuk tidak membantu lagi". Jawabnya dengan terpaksa
"Tap..tapi...". Mata Pak RT berkaca-kaca
"Ingat pak RT, kapanpun, dimanapun, kepada siapapun, saya sudah berjanji tidak akan membantu ". Bidin menarik nafas panjang, siap-siap untuk beranjak pergi.

Hingga akhirnya Somad melihat Bidin yang dengan anehnya berbincang-bincang dengan lubang sumur. Setelah dihampirinya, betapa terkejutnya Somad melihat Pak RT yang merengek-rengek seperti Bayi untuk minta dikeluarkan dari sumur. Somad lalu menolong Pak RT keluar dari sana. Dan Bidin, sama sekali tidak membantu. Dia memegang teguh janjinya.

Saat sudah berhasil keluar dari lubang sumur. Pak RT yang basah oleh air sumur, keringat dan air matanya menghampiri Bidin. "Bidin, maafkanlah saya. Ini semua dikarenakan aku terlalu cepat menarik kesimpulan mengenai sebuah solusi permasalahan, seharusnya aku memberitahumu bagaimana seharusnya berbuat baik yang benar. Bukan hanya menyalahkan". Wajah Pak RT sungguh-sungguh, "Mulai saat ini, aku bebaskan kau dari janjimu untuk tidak berbuat lagi kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun". Pak RT lalu memeluk tubuh Bidin, Bidin juga terharu dan juga menyesal karena tidak bisa membantu menyelamatkan Pak RT, dia hanya bingung karena sudah tidak bisa lagi membantu orang lain, setidaknya dia masih bida menjadi orang yang menepati janji. Sedangkan Somad hanya terbengong-bengiong tidak paham. (Kisah ini didapatkan pada saat seminar bersama Boim Lebon, tulisan asli dan lebih lengkap bisa di lihat pada buku berjudul "Bad Man Bidin" karya Boim Lebon).

Seperti itulah, sebuah keharusan manusia terutama seorang muslim dalam menjaga lisan untuk tidak membuat menangis jiwa saudaranya. Sebuah pekerjaan yang tidak mudah memang, meski kita tahu lidah bisa membuat badan binasa. Semoga kita semua dapat menjadi insan yang mampu meneladani Rasulullah, yakni mampu berkata-kata dengan hikmah bagi sekalian alam.

Jumat, 21 Oktober 2011

Agar rapat tidak sia-sia…


Referensi : Seri Manajemen Islam (Manajemen Rapat singkat dan produktif, M. AA. Jawwad)

Oleh Zulrifan Noor

Banyak manfaat yang bisa kita raih sebagai aktivis organisasi, salah satu pengalaman berharga yang saya dapatkan adalah bagaimana menjadi seorang pemimpin rapat. Ya, meskipun kelihatannya simpel, tapi jika rapat yang dilakukan kosong dari keindahan seni dan kesigapan aksi. Rapat tak lebih dari menghabiskan waktu. Perlu latihan yang konsisten agar kita dapat menjadi seorang menajer rapat yang andal (dalam kalangan aktivis dakwah, ada istilah ahli syuro…^^). Kalau dilihat kebelakang banyak hal-hal lucu saat saya dalam masa belajar sebagai manajer rapat. Mulai dari tidak ditanggapi saat berbicara di depan, sampai disiram dengan air minuman karena dianggap tidak becus oleh rekan-rekan dalam memimpin rapat. Atas pengalaman itu saya sangat berterima kasih, terutama atas kritikan dan “siraman air” kawan-kawan. Hingga kinipun saya masih berusaha memanajemen sebuah rapat agar berlangsung efektif dan efisien.

Dan pengetahuan saya semakin bertambah setelah membaca buku manajemen rapat karya M. Ahmad Abdul Jawwad yang saya pinjam dari perpustakaan. Berikut hasil kesimpulan saya mengenai isi buku tersebut, semoga menambah keterampilan kita semua dalam memanajemen sebuah rapat agar lebih produktif. Berikut 6 langkah yang disampiakan dalam buku tersebut :

1. Yakinkan, bahwa Kita Memang Betul-betul Memerlukan Rapat!

Perlu diingat bahwa rapat merupakan media untuk meraih sebuah tujuan. Rapat itu sendiri bukan tujuan. Sering saya memimpin rapat dengan agenda yang tidak terlalu penting, sehingga terkesan membuang-buang waktu. Rapat yang baik harus memiliki target yang jelas agar tujuan dari rapat itu sendiri dapat terlaksana.

Sebaiknya perlu direnungkan, apakah rapat yang diadakan merupakan suatu keharusan?. Jika memang harus, mungkinkah berlangsung secara singkat tanpa mengurangi kejituannya? Apakah rapat yang diadakan merupakan alternatif paling afdhal? Mungkinkah mencari alternatif lain yang lebih baik?

Ingat..Ingat…!!!, jangan melaksanakan rapat, jika rapat itu sendiri tidak melahirkan solusi, tapi hanya menambah masalah….waspadalah..waspadalah..!!!!!

2. Bagaimana dan Mengapa Harus Menentukan Agenda Rapat?

Jika rapat memang harus diadakan, adalah satu kelemahan bila kita tidak menjadikan rapat berjalan singkat dan efektif. Baik itu rapat rutin maupun yang dadakan, salah besar jika mengadakan rapat tanpa agenda yang jelas.

Berikut adalah beberapa tips dalam mempersiapkan agenda rapat :

  • Tentukan secara cermat para peserta yang akan menghadiri rapat. Jangan sampai kehadiran mereka tidak memberikan kontribusi.
  • Tentukan waktu rapat yang teliti, serta lokasi yang kondusif.
  • Mempersiapkan dan mengirimkan undangan rapat.
  • Sebaiknya agenda rapat didiskusikan dan disepakati sebelum rapat dimulai.
  • Point-pont yang akan dibahas harus memiliki waktu yang terukur dan cukup untuk didiskusikan.
  • Agenda rapat juga harus jelas dan mudah dipahami oleh seluruh tim agar tidak mengundang hujan interupsi.
  • Tentukan prioritas pembahasan, urutkan point paling sulit dalam urutan terdepan agenda rapat.
  • Usahakan tidak berpindah pembahasan, sebelum tercapainya kejelasan keputusan yang disepakati peserta rapat. Bahas agenda sesuai dengan prioritas yang disepakati.
  • Jangan memaksakan agenda rapat, karena membahas sesuatu yang penting setelah waktu habis dan kesabaran tidak ada, lebih buruk daripada tidak membahasnya sama sekali.
  • Bagikan rancangan agenda rapat kepada peserta sebelum rapat dimulai, agar peserta dapat mempersiapkan ide dan memfokuskan perhatian pada rancangan agenda rapat
  • Hindarilah rapat yang terlalu lama. Ingatlah, rapat yang melebihi dua jam akan hilang efektivitasnya.
  • Jika peserta rapat jumlahnya banyak maka lebih baik mengadakan rapat dalam dua kali pertemuan.

3. Peringan Beban Kita dan Beban Anggota Rapat Sebelum Rapat Dimulai

Sip… alasan rapat dilaksanakan sudah logis, agendapun sudah disusun dengan rapi. Akankah rapat berjalan dengan lancar?. Eits… tunggu dulu, rapat belum dimulai mas bro…^o^. Pada fase inilah sisi kepemimpinan kita akan diuji.

Dulu saya pernah dapat amanah memimpin rapat dua organisasi sekaligus. Di saat yang bersamaan, ibu saya juga masuk rumah sakit dan harus dioperasi. Belum lagi setumpukan tugas kuliah dan pekerjaan. Waw..!!!!, saat harus memimpin rapat, seakan akan-akan ada batu besar ada dipundak saya..!. wajah saya tegang, suasana dalam ruang rapatpun tegang, anggota yang tidak memperhatikan saya bentak, yang terlambat saya kritik. Suasananya sungguh-sungguh horror..!!!!. hasilnya…???, banyak anggota yang mendebat saya, banyak juga yang pulang, atau bahkan cuek dalam ruangan, pertemuan berikutnya hampir 50% anggota yang tidak datang.

Saya coba merenungkan sikap saya ini. Memikirkan apakah hanya saya saja yang memiliki masalah di ruangan tersebut. Apakah kawan-kawan yang lain juga tidak ada masalah? Atau bahkan mungkin masalah mereka jauh lebih besar daripada yang saya alami.

Dari pengalaman saya di atas, saya sadar dalam rapat kita tidak berhadapan dengan sebuah mesin. Tapi sekumpulan manusia, lengkap dengan perasaan dan emosi yang harus dipuaskan dan dijaga. Begitu pula dengan diri kita sebagai seorang pemimpin, kondisi emosi kita sangat mempengaruhi suasana rapat.

Berikut adalah beberapa kiat jitu meringankan beban kita dan peserta rapat sebelum rapat dimulai :

  • Mengelola orang lain dalam sebuah pertemuan tidak cukup mengandalkan semangat atau keinginan semata. Lebih dari itu, kita membutuhkan bimbingan dan pertolongan Allah.
  • Kita harus dalam kondisi tenang dan tenteram secara kejiwaan agar dapat berempati dan menebar pengaruh kepada orang lain. Biasakan berwudhu atau bila memungkinkan melaksanakan sholat sunnah sebelum melaksanakan rapat.
  • Atur PW (Posisisi Uenak), jangan biarkan ada penghalang antar pesera rapat (seperti meja dan benda lainnya) yang membuat komunikasi terhambat. Posisi terbaik dalam rapat adalah posisi lingkaran dimana seluruh peserta dapa melihat satu sama lainnya.
  • Sebaiknya pemimpin rapat duduk berdekatan dengan anggota peserta yang berpotensi menimbulkan gangguan karena rebut atau lainnya, agar dapat menegurnya dengan mudah (tapi perlu diingat, agar menghidari sikap mencela).
  • 10 menit pertama, gunakanlah sebagai pendekatan untuk mengetahui kondisi dan suasana jiwa peserta rapat yang lain.
  • Ingatlah, bahwa prinsip dasar dalam sebuah pertemuan adalah ibadah.
  • Mulailah acara rapat dengan berdoa kepada Allah, atau lebih baik ditambah dengan pembacaan Al Qur’an diwakili oleh satu orang (lebih afdhol bergiliran). Hal ini akan mendatangkan ketenangan jiwa dan kesejukan hati.
  • Hindari mencela, baik mencela anggota yang kurang maksimal dalam mengerjakan tugasnya maupun yang datang terlambat. Hal ini akan membuat kondisi rapat diliputi ketegangan dan ketidakharmonisan.
  • Sebaiknya lontarkan kata-kata pujian, motivasi yang bisa membangkitkan semangat.
  • Ingat, jangan memulai rapat sebelum kondisi kita dan peserta rapat sudah dalam keadaan tenang. Jika rapat membutuhkan waktu dua jam, maka diperlukan waktu sampai 90 menit untuk menenangkan kondisi peserta rapat.

4. Kiat sukses menguasai rapat

Setelah diuji dari segi memanajemen emosi, selanjutnya skill kepemimpinan kita akan diuji dalam tahap menguasai sebuah rapat. Pemimpin rapat harus mampu mengelola beragam ide yang bertolak belakang, mengatur lalu lintas pemikiran yang berbeda, kecenderungan yang tidak sama, dan kepribadian yang berlainan. Ada 5 gangguan yang sering terjadi saat rapat dan bagaimana sebaiknya sikap seorang pemimpin dalam mengatasinya.

  • Pernyataan menyimpang dari pokok bahasan

Pemimpin harus segera turun tangan dengan mengingatkan peserta mengenai agenda rapat yang telah disepakati. Misalkan dengan mengatakan kata-kata simpatik seperti. “Mungkin yang anda nyatakan perlu dibahas di luar forum ini dan waktu khusus agar lebih maksimal”.

  • Debat diluar pokok bahasan rapat oleh beberapa anggota rapat

Jangan mencela anggota yang berdebat, berikan waktu istirahat bagi peserta lalu dekatilah mereka untuk kembali fokus ke agenda yang telah disepakati

  • Waktu rapat telah melebihi waktu yang disepakati

Jangan ragu mengakhiri rapat , jika waktu telah melebihi dari waktu yang ditentukan. Jangan coba-coba melewati waktu yang telah disepakati, kecuali setelah meminta kesepakatan peserta lainnya.

  • Peserta rapat pasif

Biasanya peserta pasif karena menganggap rapat yang diadakan tidak terlalu penting ataupun sedang ada masalah pribadi. Jadi lihat kembali point-point diatas seperti mengenai perlu tidaknya suatu rapat dilaksanakan, dan bagaimana caranya agar kondisi peserta rapat tenang. Dan perlu diingat bahwa salah satu kewajiban pemimpin rapat adalah menjadi motivator dan mobilisator.


5. Bagaimana Caranya Mematangkan Ide dan Mengambil Keputusan ketika Rapat

Langkah berikutnya adalah langkah tersulit sekaligus yang paling penting dalam sebuah manajemen rapat. Tidak bisa dipungkiri, bahwa banyaknya pemikiran dalam sebuah rapat menjadikan seorang pemimpin kesulitan dalam mengambil keputusan yang tepat. Berikut kiat-kiat praktis dalam mengambil keputusan yang tepat dalam rapat :

  • Berikan waktu yang terbatas bagi setiap anggota rapat untuk menjelaskan pendapatnya seputar topik yang dibahas.
  • Tulislah semua pendapat yang berkembang di atas papan tulis, agar dapat terlihat jelas bagi peserta lain.
  • Berikan waktu beberapa peserta yang hendak menanggapi pendapat satu sama lain. Hindari sikap saling mencela, dan mengabaikan pendapat yang lain.
  • Sebaiknya dilakukan analisis SWOT (Kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan) dalam setiap point-point permasalahan yang didiskusikan. Untuk mengetahui seberapa layak suatu permasalahan dieksekusi (dilaksanakan).
  • Yakinkan bahwa tidak ada lagi interupsi atau komentar lainnya. Saat demikian, berarti anggota rapat sudah memahami pembahasan yang telah dilakukan.
  • Jika masih terjadi perdebatan, maka lakukan pemungutan suara untuk mengambil keputusan.
  • Hasilkan sebuah keputusan final berdasarkan hasil diskusi.

6. Bagaimana Menilai dan mengevalusai Sukses Tidaknya Rapat yang Kita Adakan?

Hal terakhir yang kerap dilupakan oleh pemimpin rapat adalah melakukan evaluasi dan memastikan bahwa rapat yang diadakan telah mencapai target yang dicanangkan atau tidak. Padahal dengan menilai rapat, disini kita dapat mempelajari kesalahan-kesalahan selama rapat. Hanya dengan cara inilah kita dapat memiliki pengalaman melimpah dalam memanajemen rapat. Idealnya evaluasi dilakukan setelah rapat dilaksanakan dan melibatkan seluruh peserta rapat. Hal-hal yang bisa dievaluasi adalah mengenai kemampuan manajerial pimpinan dalam mengelola rapat dan penilaian efektivitas rapat secara umum. Jangan lupa juga untuk meminta peserta menuliskan minimal 3 saran agar rapat yang diadakan menjadi lebih baik.

Berikut point-point yang saya ringkas dari buku tersebut, perlu diingat juga bahwa yang membuat kita semakin ahli dalam memanajemen sebuah rapat adalah seberapa jauh kita mau belajar dari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Baik sebagai pemimpin maupun sebagai anggota.

Jika kia menjadi seorang pemimpin atau peserta rapat, jangan menjadikan rapat hanya menjadi formalitas yang tidak punya nilai dan keberkahan.

“Dan urusan mereka senantiasa diputuskan melalui musyawah antara mereka”

(As Syuura : 38)

Minggu, 07 Agustus 2011

Kiat Sukses Merekrut Maba, "Para Generasi Penerus"


Oleh-oleh dari Dauroh Recruitmen Mahasiswa baru untuk LDK Se-Banjarbaru di aula Farmasi Unlam.

Bismillahirrohmanirrohim
As-salamuaaykum warahmatullahi wa barakatuh...

Alhamdulillah pada hari minggu, 7 Agustus 2011. Ane masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bersilaturrahmi dengan kawan-kawan aktvis dakwah kampus di Unlam Banjarbaru. Pada kesempatan ini juga ane bersyukur karena mendapatkan materi yang sangat berharga dari dauroh yang diadakan oleh FSI Ulul Albab ini.

Untuk itu ane merasa berkewajiban untuk membagikan ilmu yang ane dapatkan kepada saudara-saudara ane yang berhalangan hadir pada acara tersebut. Terutama kawan-kawan di FOSKI STMIK Banjarbaru yang sebentar lagi akan menyambut "The Next Golden Generation". Yup, tidak terasa adik-adik kita yang masih polos akan menginjakkan kakinya di kampus kita dan akan menjadi bagian dalam catatan perjuangan di kampus tercinta kita ini.

Materi luar biasa yang pertama disampaikan oleh Ustadz Sukoco, Ustadz yang merupakan alumni UGM Yogyakarta ini menyampaikan materi tentang "Bagaimana Menyentuh Hati Objek Dakwah". Beliau menyebutkan bahwa seorang kader dakwah haruslah mengenali budaya dan karakter objek dakwah yang akan dituju. Hal ini seperti apa yang dilakukan Rasulullah ketika berdakwah di Mekkah, dimana beliau mengangkat persoalan kaum Quraisy yang sering melakukan perjalanan jauh dan harus meninggalkan panennya di musim panas. Sehingga turunlah ayat yang menjelaskan megenai bagaimana caranya bercocok tanam yang baik (afwan,ane lupa nama ayatnya. Bagi yang tau silahkan dikoreksi).

Selanjutnya secara urut, Ustadz Sukoco menjelaskan langkah-langkah sukses "to touch heart" para mahasiswa baru.

1. Melakukan analisa terhadap objek dakwah dan menentukan serta mengangkat tema yang sedang trend untuk disampaikan ke objek dakwah, dalam catatan tema tersebut mampu mengarahkan mereka ke arah yang lebih positif.

2. Memperbaiki hubungan personal dengan objek dakwah, disini maksudnya adalah bagaimana kita dapat menjalin hubungan yang kuat terhadap objek dakwah kita. Kuncinya adalah bagaimana kita bisa membantu adik-adik kita nanti dengan apa saja yang kita miliki. Ada 3 jenis manfaat yang bisa kita berikan kepada para objek dakwah, yaitu :
  • Materi, bagi kader yang punya uang bulanan yang berlebih tentu bisa membantu teman-temannya yang biasanya di akhir bulan kerap mengalami kesulitan keuangan. Nah, ketimbang uangnya kita habiskan untuk hal yang tidak karuan. Bukankah lebih baik kita membantu rekan kita yang kesulitan keuangan kan?
  • Skill atau kecerdasan, Ilmu tak seperti uang. Jika dibagikan tak akan habis. Malah akan semakin bertambah. Jangan ragu membantu rekan-rekan kita yang kesulitan belajar. Insyaallah, kader dakwah yang dermawan akan ilmu akan semakin mudah menjadi idola kader-kader baru.
  • Bagaimana jika kita secara materi dan skill minim? Tidak adakah yang bisa kita berikan? Tenang saja, jika tubuh kita sehat dan kuat. Kita bisa memanfaatkan potensi itu untuk membantu, seperti membantu mencari kontrakan unutk Maba, atau bahkan mengadakan pemungutan sumbangan jika ada teman yang sakit dan menyumbangkan darah atau mencarikan pendonor bagi rekan kita yang membutuhkan. Wah, pokoknya masih banyak deh...!!!!!
Nah, tinggal kita merenungkan. Apa potensi yang kita miliki dan hal apa yang bisa kita sumbangkan untuk kader dakwah kita?

3. Selanjutnya adalah objek dakwah yang berhasil kita dekati, kita ajak untuk berpikir mengenai tema yang umum di masyarakat. Usahakan di masa-masa awal ini, kita tidak memaksakan pemahaman yang ada dalam benak kita kepada objek dakwah. Agar mereka tidak menganggap kita "diktator" yang aneh lalu kabur meninggalkan kita. Masukkanlah "pemahaman-pemahaman ringan" dan membuat mereka tertarik untuk memasuki lebih dalam, seperti moralitas, ibadah yang menentramkan hati, motivasi berprestasi dan lain-lain. Dalam tahap awal ini, kita akan berusaha untuk menyentuh akal dan nalarnya sebelum menyentuh hatinya.

4. Terakhir, kader dakwah harus konsisten dengan nilai-nilai keislaman dan menjadi figure yang patut dicontoh. Berusahalah berkerja karena Allah SWT. Bukan karena motivasi terselubung seperti ingin menarik minat seseorang ataupun dipuji, namun setelah tidak bersama kawan-kawan aktivis dakwah. Aktivitas pengajian dan sholat malah ditinggalkan. Karena jika objek dakwah mengetahui kebaikan kita hanyalah "topeng", maka dia akan berbalik dari kita. Syukur jika dia hanya membenci kita, tapi jika dia juga membenci Islam, maka kita juga berperan dalam "kesesatannya". Dan jujr saja, point terakhir ini, betul-betul menyodok ane sebagai seorang kader. (Mungkin inilah sumber kegagalan ane selama ini,.....T_T).

Selain Ustadz Sukoco, ada juga Ustadz Nur Irsan Finazli yang menyampaikan tema mengenai bagaimana caranya mengenali psiklogi calon pemimpin yang akan kita rekrut. Beliau menyampaikan bahwa cara untuk menilai psikologis kepemimpinan para calon aktivis dakwah adalah melalui psikotes dan interview. Seorang pemimpin dapat dinilai dari beberapa aspek yakni kecekatan, visi (niat), tipe kepemimpinan, dan skill problem solving.

Terakhir, penyampaian dilakukan oleh Ustadz Basuni. yang memberikan "wejangan" kepada kawan-kawan LDK mengenai bagaimana persiapan yang baik mengenai rekrutmen Mahasiswa Baru. Yakni menentukan target/visi perekrutan, target jumlah anggota baru yang harus terekrut, Tentukan strategi dan terakhir yang paling penting namun sering dilupakan adalah mengenai evaluasi efektivitas kegiatan perekrutan.

Demikianlah materi yang saya coba rangkum dari kegiatan yang berlangusng dari jam 10 pagi sampai jam 6 sore tersbut. Kegiatan ini juga diselingi oleh hiburan Nasyid dan nonton film "Sang Murobbi" dan beberapa film islami lainnya.

Hingga akhirnya, sampailah puncak acara yang ditunggu-tunggu. Yaitu Ifthor berjamaah yang penuh suasana kebersamaan. Seusai sholat Maghrib berjamaah, seluruh aktivispun kembali ke alam masing-masing...^^

Demikian tulisan sederhana ini ane persembahkan. Semoga bermanfaat................
Was-salamuaaykum warahmatullahi wa barakatuh...

Allahuakbar.......!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Kamis, 28 April 2011

Kamu mahasiswa atau bukan? (just for provocation)


Mahasiswa itu,suka mikir dan beraksi....
Yang bukan, sukanya tidur dan bermimpi.....

Mahasiswa itu ker
jaannya kuliah-rapat,kuliah rapat....
yang bukan, kerjaannya cuma kuliah-pulang, kuliah pulang...

Mahasiswa itu kalo nongkrong, ngomongin ilmu....
Yang bukan, kalo nongkrong, cuman ngitungin orang lewat....

Mahasiswa itu, suka jadi pelopor....
Yang bukan, cuman bisa jadi pengekor....

Mahasiswa itu, mentalnya kuat...
Yang bukan, diputusin pacar aja udah ga nafsu makan.....

Mahasiswa itu, mimpinya disertai startegi...
Yang bukan, mimpi kali yeee......

Mahasiswa itu, senang membantu....
Yang bukan, ga peduli atuh......

Mahasiswa itu, jika berkarya, bermanfaat bagi lingkungannya....
Yang bukan, minim aksi dan kalo berbuatpun, hanya bisa bikin onar dan bikin malu.....

Mahasiswa itu, kritis di dalam kampus, tapi menjaga nama baik almamater di luar kampus....
Yang bukan, di dalam diam, tapi di luar malah menjelekkan kampus.....

Mahasiswa emang beda.... Kalo ga beda, ya bukan mahasiswa namanya....

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls